ANCAMAN NARKOBA SEMAKIN MENGGURITA DI INDONESIA


STRATEGIC ASSESSMENT

722,532 total views, 207 views today

Oleh : SV Farrah *)

STRATEGIC ASSESSMENT-

Dari pemberitaan berbagai media massa di Indonesia selama periode Agustus 2018, dapat ditarik kesimpulan besar bahwa ancaman Narkoba sudah menggurita di Indonesia, bahkan pelaku penyebarannya bukan sebatas kelompok kriminal saja, melainkan juga sudah merambah anak-anak Sekolah Dasar (SD), termasuk berbagai jenis Narkoba yang dicetak oleh “brazen people” tersebut cukup beragam.

Di Muara Tami, Kota Jayapura, Papua, Satuan tugas Yonif 501 Kostrad berhasil menggagalkan penyelundupan 76 paket ganja seberat 3,9 Kg asal Papua Nugini (PNG) dan mengamankan lima orang saat melintas di Pos Koramil Muara Tami, Kota Jayapura. Kelima terduga beserta barang bukti sudah dilimpahkan ke Polsek Muara Tami untuk diproses lebih lanjut.

Di Pelabuhan Tunontaka, Kalimantan Utara, dari pengembangan kasus narkotika yang dilakukan Bea Cukai dan Polres Nunukan pada awal Juli 2018, petugas Bea Cukai Nunukan dan Polres Nunukan bersama Polda Kalimantan Utara menangkap seorang penumpang kapal Mid East dari Tawau, Malaysia dengan barang bukti berupa 100 gram sabu. Sedangkan, di Pelabuhan Bambangan, Kalimantan Utara, ditangkap buruh bangunan di Tawau, Malaysia yang mengedarkan narkotika.

Di Kota Bengkulu, Polres Bengkulu dan Polsek Selebar berhasil menangkap 3 pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Berdasarkan pengakuan masing-masing tersangka, mereka mendapatkan barang haram tersebut melalui salah satu oknum Napi yang berada di Lapas Bentring Bengkulu.

Di Propinsi Riau, Kepolisian Daerah Riau menyatakan sebanyak 232,46 kilogram sabu-sabu senilai Rp230 miliar lebih narkoba jenis sabu-sabu sebanyak lebih 130.869 butir pil ekstasi disita sepanjang Januari hingga awal Agustus 2018. Keberadaan kurir-kurir narkoba yang menerima bayaran tidak seberapa sementara narkoba yang mereka bawa dalam jumlah besar menjadi salah satu faktor maraknya peredaran barang haram itu di Riau. Sementara itu, berdasarkan data Ditresnarkoba Polda Riau, terdapat 1.041 perkara dengan menjerat sebanyak 1.465 tersangka, barang bukti sitaan terbesar mencapai 90,76 kilogram sabu-sabu dan 66.915 ekstasi serta 4.600 pil happy five.

Di Kota Tangerang, Banten, Polres Bandara Soekarno-Hatta menemukan home industri pembuatan narkoba di Kaveling  DPR, Kenanga, Cipondoh, Kota Tangerang dan di bilangan Gondrong, Cipondoh, Kota Tangerang mampu memproduksi 30 butir pil PCC per hari. Polisi menemukan lokasi pembuatan pil PCC ini berawal dari pengiriman paket kargo di Bandara Soekarno-Hatta pada akhir Juli lalu. Paket tersebut berisi pil PCC yang mengandung narkotika golongan 1.

Satresnarkoba Polres Jakarta Barat menggerebek sebuah pabrik pembuatan sabu kualitas internasional yang terletak di Perumahan Metland, Cipondoh, Tangerang. Dalam penggerebekan itu, pemilik rumah sekaligus peracik dan pembuat sabu berusia 56 tahun yang juga residivis narkoba ditangkap. Dalam penggerebekan ini, polisi menyita beberapa barang bukti, yakni 2,5kilogram sabu siap edar, beberapa bahan dasar pembuat sabu mulai dari carian HCL, aseton, alkohol toluen, fosfor yodium, hingga neo napacine. Selain itu, beberapa barang elektronik dan kendaraan milik tersangka turut diamankan oleh polisi.Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Karo berhasil menemukan ladang ganja di lereng hutan Desa Ajinahe, Kecamatan Tigapanah Sumatra Utara di lokasi seluas 2 hektar.

Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap sebuah laboratorium gelap (clandestine laboratory) jenis sabu di Perumahan BTN Griya Pesona Lembang, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Laboratorium ini memproduksi sabu milik jaringan narkotika Jakarta-Samarinda. Jaringan ini dikendalikan seorang narapidana bernama Lexy C yang sedang ditahan di LP Tangerang. Dalam pengungkapan, BNN mengamankan empat orang tersangka, yakni Sayyed W, Jamilah, Jufri, dan Hasri.

Dari tangan mereka, turut disita sejumlah bahan pembuat sabu seperti rendaman obat cair, red phospor, iodine, aseton, dan bahan kimia lainnya. Polisi juga mengamankan peralatan untuk membuat sabu tersebut, seperti kompor listrik, pompa air, tabung reaksi, timbangan, dan lainnya. Hasil produksi clandestine laboratory ini sudah tiga kali dikirim ke Jakarta dan Tangerang.

Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Selatan mengungkap 17 kilogram sabu yang hendak diedarkan di provinsi itu. Lima pelaku ditangkap, dua di antaranya tewas ditembak mati berasal dari Dusun Bukit Tua, Padang Tualang, Langkat, Medan, dan Tanah Abang Utara, PALI, Sumatera Selatan.

Di Tallo, Makasar, Sulawesi Selatan, salah seorang siswa kelas enam SD yang diduga menjadi penyalur sabu di Tallo, Makassar Sulawesi Selatan, dan yang bersangkutan sering menjual sabu ke siswa SMP setempat seharga Rp 100.000,- sampai dengan Rp 200.000,-. Siswa SMP kelas II ini ditangkap Polisi di Jalan Pannampu, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Sementara itu, satu keluarga yang berjumlah 6 orang di Makassar tewas dengan cara dibakar oleh sekelompok pemuda. Para pelaku diperintahkan oleh seorang bandar narkoba dari dalam Lapas. Diketahui, salah seorang anggota keluarga yang menjadi korban memiliki utang piutang narkoba kepada bandar yang berada di Lapas, atas nama Daeng Ampuh.

Pelabuhan laut Jayapura menjadi sasaran empuk para oknum pelaku yang hendak menyelundupkan Miras dan Narkoba karena rasa nyaman seperti pengakuan dua orang Ibu Rumah Tangga (IRT) penumpang Kapal Motor (KM) Dobonsolo yang diamankan pihak kepolisian Sektor Pelabuhan Laut Jayapura bersama dengan barang bukti (BB) 110 Liter jenis Sopi yang di kemas di dalam plastik bening dan di simpan di dalam tas ransel. Sementara, perempuan yang diduga jadi kurir narkoba lintas provinsi ditangkap Tim Tim Pyton Polres Metro Mamuju, Sulawesi Barat, di Mamuju. Penangkapan perempuan sebagai pengedar atau kurir sabu-sabu juga terjadi di di halaman parkir Hotel Emma Graha dan halaman parkir hotel Sabrina Pekanbaru, Riau. Dari keterangan tersangka bahwa seluruh kegiatan dikendalikan oleh pemilik narkoba bernama Zakir napi yang ditahan di LP Palembang. Di Bengkalis, Riau, 7 kilogram sabu sabu dengan nilai Rp 7 miliar yang diselundupkan dari Malaysia melalui pesisir Bengkalis, Riau berhasil ditangkap Polres Bengkalis.

Polres Lampung Barat menangkap delapan orang dan empat Napi Lapas Rajabasa yang menjadi jaringan narkoba. Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan akan ada transaksi narkoba jenis ganja di jembatan bailey kilometer 20Pekon (Desa) Mandirisejati Kecamatan Krui Selatan Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar).

Di Jalan Pasar Turi Dalam, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat dan Jalan Hansip Gang Pendidikan, Kelurahan Sekip Lama, Kecamatan Singkawang Tengah, Polres Singkawang Kalimantan Barat berhasil mengungkap dua kasus tindak pidana narkotika dengan empat tersangka dengan barang bukti berupa lima kantong plastik klip yang di dalamnya diduga berisikan narkotika jenis sabu, satu buah alat hisap sabu yang terbuat dari botol cap kaki tiga, dua buah timbangan elektronik, satu buah sendok sabu yang terbuat dari pipet warna putih serta uang tunai sejumlah Rp 900.000 yang diduga hasil dari penjualan narkotika jenis sabu.

Tim gabungan BNN dan BNN Provinsi Riau menyita 30.000 butir pil ekstasi berikut empat pengedar di Kota Dumai, Riau. Mereka dikendalikan salah seorang napi penghuni Lapas Tangerang, Banten. Kasus itu terungkap dari informasi adanya rencana pembelian 30.000 butir ekstasi dari Malaysia yang dipesan seorang Napi Lapas Tangerang.

Di Jalan Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, badan Narkotika Nasional (BNN) mengamankan 10 kilogram sabu-sabu asal Malaysia. Narkotika jenis sabu-sabu kristal tersebut diselundupkan dari Kuching, Malaysia melalui perbatasan tidak resmi atau “jalur tikus” Entikong dengan memanfaatkan minim pengawasan di perbatasan.

Sementara itu, Mabes Polri bersama Dirjen Bea Cukai telah mengungkap jaringan narkotika Internasional jalur Malaysia-Jakarta yang dilakukan oleh seorang wanita yang merupakan kurir pengantar atas perintah seorang warga negara Nigeria yang masih DPO. Barang bukti yang di sita berupa satu bungkus narkotika dengan berat 233 gram dalam bentuk kapsul dan dimasukan dalam organ vital, 1 bungkus dengan berat 26 gram yang di masukan dalam pembalut, satu bungkus dengan berat 27 gram dalam bentuk kapsul, dua bungkus lainnya dengan masing-masing berat 28 gram dan di masukan ke dalam saluran pembuangan kotoran.

Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap oknum anggota DPRD Langkat, Sumatera Utara, Ibrahim alias Hongkong, pemilik tiga karung goni narkoba jenis sabu yang ditaksir seberat 150 kilogram dan 30 ribu butir ekstasi. Ibrahim alias Hongkong bersama beberapa orang yang mendampinginya, ketika akan ditangkap, mereka menyangka tim BNN adalah anggota Bawaslu. Dari penangkapan itu, di saku yang bersangkutan ditemukan kartu anggota DPRD Kabupaten Langkat.

Polda Babel menangkap tiga pengedar narkotika jenis sabu dan ekstasi di Bangka Selatan, Bangka Belitung. Polisi menyita 201 gram dan 1.021 butir ekstasi. Ketiga tersangka mendapatkan barang haram dari Sumatera Selatan dan dibawa dengan menggunakan jalur laut. Narkotika ini diduga diperoleh dari Provinsi Sumsel, diselundupkan melalui pelabuhan kecil di Desa Serdang, Kabupaten Bangka Selatan. Barang bukti yang diamankan satu senjata api pabrikan jenis pistol, 3 senjata api rakitan jenis revolver, amunisi tajam kaliber 9X19 mm sebanyak 56 butir dan amunisi tajam kaliber 5,56X45 mm 45 butir serta timbangan digital.

Petugas Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Mabes Polri dibantu tim khusus Reskrim Polres Konawe berhasil mengungkap sindikat narkotika jenis sabu sebanyak 5 kilogram.

Polisi juga mengamankan tiga orang tersangka dalam kepemilikan sabu tersebut. Pengungkapan narkoba lintas provinsi ini menggunakan modus pengiriman melalui jasa penitipan cepat PT Tiki. Barang haram itu berasal dari Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dengan tujuan Kendari dan penerima atas nama Hendrik, salah seorang pengusaha tambang beralamat di Jalan Salemba, Punggolaka, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Di dua titik di Pegunungan Tor Sihite, sekitar Dusun Banjar Julu, Desa Banjar Lancar, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, petugas gabungan BNN, kepolisian, dan TNI menemukan ladang ganja seluas 3,5 hektar ditemukan hamparan tanaman ganja. Satu meter persegi lahan ditanami 6 batang ganja. Ketinggiannya bervariasi antara 1 hingga 4 meter.

Pelabuhan tikus yang berada pulau Sumatra dan Provinsi Banten menjadi jalur pengiriman sabu-sabu dari luar negeri. Beberapa titik pelabuhan tikus yang kerap di gunakan para pengedar sabu sabu di antara berada di Pulau Sumatera mulai dari Banda Aceh hingga Lampung. Selain pelabuhan tikus yang berada di Pulau Sumtera dan Kalimatan, serta Banten juga menjadi titik rawan penyelundupan yaitu daerah pantai yang langsung terhubung ke Samudra Hindia. Maka dari itu, Banten juga menjadi salah satu jalur yang di gunakan para pengedar sabu-sabu dan obar-obatan terlarang dari luar negeri yang masuk ke Indonesia.

Selain pengedaran sabu yang terus masuk ke Indonesia, pelabuhan tikus yang banyak didapati di sebagian besar daerah yang berada di Indonesia belum memiliki regulasi yang jelas serta tidak adanya pejabat ataupun instansi yang berwenang untuk mengatur hal tersebut.

*) Penulis adalah pemerhati masalah kemasyarakatan. Tinggal di Ambon, Maluku.