Dolar AS Nyaris Rp 14.400, Lebih Tinggi dari Krismon 1998?


STRATEGIC ASSESSMENT

870,516 total views, 1 views today

STRATEGIC ASSESSMENT- Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) sore ini semakin menguat. Dikutip dari Reuters, Kamis (28/6/2018), dolar AS berada di level Rp 14.390.

Tak lama kemudian, dolar AS bergerak turun ke level Rp 14.367 dan turun tipis ke Rp 14.363.

Menengok ke belakang, di era Presiden Soeharto, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada di kisaran Rp 2.000 dengan titik terendah nya di Rp 1.977 per dolar AS pada tahun 1991.

Dolar AS bertahan di kisaran Rp 2.000-2.500 karena Indonesia belum menganut rezim kurs mengambang. Orde Baru kala itu tidak mau tahu, dolar AS harus bertahan di level itu.

Sampai terjadi krisis moneter (krismon) dan terjadi pelemahan rupiah yang sangat drastis. Memasuki pertengahan 1997 Indonesia pun meninggalkan sistem kurs terkendali.

Penyebabnya, cadangan devisa Indonesia rontok karena terus-terusan menjaga dolar AS bisa bertahan di Rp 2.000-2.500. Setelah memakai kurs mengambang, dolar AS secara perlahan mulai merangkak ke Rp 4.000 di akhir 1997, lanjut ke Rp 6.000 di awal 1998.

Setelah sempat mencapai Rp 13.000, dolar AS sedikit menjinak dan kembali menyentuh Rp 8.000 pada April 1998. Namun pada Mei 1998, Indonesia memasuki periode kelam. Penembakan mahasiswa, kerusuhan massa, dan kejatuhan Orde Baru membuat rupiah ‘terkapar’ lagi.

Sampai akhirnya dolar AS menyentuh titik tertinggi sepanjang masa di Rp 16.650 pada Juni 1998. Pasca Orde Baru, Indonesia mengalami masa reformasi, kepercayaan investor pun sedikit demi sedikit kembali, dan rupiah mulai menguat kembali.

SECURE:DETIK.COM