*JOKOWI BLUNDER*


STRATEGIC ASSESSMENT

761,901 total views, 1 views today

STRATEGIC ASSESSMENT-Ahoker di medsos bereaksi, mereka menolak KH Ma’ ruf Amin, karena KH Ma’ruf Amin dianggap sebagai orang yg paling bertanggung jawab memenjarakan Ahok, karena dialah yg menanda tangani pernyataan ke agamaan yg menyatakan Ahok sebagai penista agama.

Ahoker adalah modal dasar jokowi karena kebanyakan mereka adalah etnik Cina dan non muslim.
Mem bawa2 agama Islam dalam politik kebangsaan adalah tercela.

Adalah bijak Prabowo ketika menetapkan Sandi Salahudin Uno sebagai cawapresnya dan tidak memilih ulama, karena bila memilih ulama sama saja mengadu domba ulama.

Rakyat tentu menontonnya dengan cerdas, siapa yg sesungguhnya memainkan agama Islam dalam politik kebangsaan.

Pilihan KH Ma’ruf Amin adalah kelemahan disamping beliau sudah sepuh ( 75 tahun) juga jokowi tidak bisa membaca era yg zaman milenial..
siapa anak muda yg mau milih orang tua, padahal banyak anak muda yg menggandrungi jokowi.

Dalam posisi ini bagi jokowi sesungguhnya KH Ma’ruf Amin adalah beban yg sangat berat baginya.

Senior2 Ahoker kini sibuk menentramkan barisannya agar tetap mau memilih jokowi jangan lihat KH Ma’ruf Aminnnya..
sungguh beban yg berat bagi jokowi bukan!?

Padahal juga pendukung2 KH Ma’ruf Amin di kalangan warga Nahdliyin hanyalah dari kalangan terbatas saja, yaitu kader2 NU yg pernah berada di struktural yg disebut juga sebagai kader NU.

Sementara warga NU di level bawah telah dikuasai HRS dan UAS.

Jokowi nampaknya kebingungan mencari cawapresnya..akhirnya salah pilih🙂

Woulohu a’ lam bissawab.

…………

Team jokowi terkecoh dgn gembar-gembornya team Prabowo yg mengutamakan ulama,

Sehingga team jokowi memilih ulama yg tua untuk mengurangi kekuatan team ulama Prabowo,

_Bagaimana cerita selanjutnya…_

Ternyata team Prabowo malah bersanding dgn orang menegerial pebisnis sukses yg masih muda dan energic yaitu Sandiaga Shalahuddin Uno

INSYA ALLAH
Pasangan Prabowo – Sandi
akan menang pada pilpres 2019, sehingga 2019 benar2 GANTI PRESIDEN
aamiin