Jokowi Sebut Pertamina Bakal Kuasai Migas RI Lewat Blok Rokan


STRATEGIC ASSESSMENT

681,796 total views, 1 views today

STRATEGIC ASSESSMENT-Presiden Joko Widodo jokowi akhirnya buka suara soal penyerahan Blok Rokan  kepada PT pertamina  (Persero) usai kontrak pengelolaan PT Chevron Pacific Indonesia habis pada 2021 mendatang. Ia menyebut dengan mengelola Blok Rokan, Pertamina akan menguasai 60 persen produksi migas nasional dan mampu sejajar dengan perusahaan minyak papan atas dunia.

“Dengan mengelola Blok Rokan, insyaallah Pertamina akan sejajar dengan perusahaan minyak papan atas dunia dengan penguasaan 60 persen produksi migas di 2021,” ujar Jokowi dalam unggahan pada akun resminya di Instagram, Kamis (2/8).

Saat ini, menurut Jokowi, Pertamina baru menguasai 36 persen produksi migas nasional. Porsi Pertamina dalam produksi migas nasional pun ditargetkan naik menjadi 39 persen pada 2019 saat beberapa blok migas terminasi mulai aktif dikelola BUMN tersebut.

https://www.instagram.com/p/Bl9a189g2XC/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=fa3nreyeqq2b

Jokowi menjelaskan produksi Blok Rokan di Riau menyumbang 26 persen dari total produksi nasional. Blok yang memiliki luas 6.220 km ini memiliki 96 lapangan.

“Tiga lapangan berpotensi menghasilkan minyak sangat baik, yakni Duri, Minas, dan Bekasap. Sejak beroperasi pada 1991 hingga 2017, total produksinya 11 miliar barel minyak,” terang dia.

Jokowi menegaskan keputusan penunjukkan Pertamina untuk mengelola blok tersebut, alih-alih melanjutkan kontrak dengan Chevron dilakukan atas dasar pertimbangan bisnis dan ekonomi.

Pemerintah mempercayakan Blok Rokan kepada Pertamina dengan proposal pengajuan bonus tanda tangan senilai US$ 784 juta atau sekitar Rp11,29 triliun dan komitmen pasti US$500 juta atau sekitar Rp7,2 triliun (asumsi kurs Rp14.400 per dolar AS).

Chevron sebelumnya juga mengajukan proposal guna memperpanjang kontrak pengelolaan minyak pada blok migas terbesar di Tanah Air tersebut. Nilai investasi yang ditawarkan Chevron bahkan mencapai US$88 miliar atau sekitar Rp1.267 triliun.

SECURE:CNNINDONESIA