*TERORIS ITU BISA JADI TEMAN SEKANTOR ANDA*.


STRATEGIC ASSESSMENT

719,042 total views, 1 views today

STRATEGIC ASSESSMENT-Sadisnya para teroris dalam memperlakukan korbannya, seharusnya menyadarkan kita..

Bahwa mereka tidak ada di Suriah, mereka bukan di Irak, bukan di Afganistan, bukan di Marawi Filipina, bukan juga di pedalaman hutan Poso sana. Mereka ada di jantung ibukota, menghirup udara yang sama dengan kita, makan di warung yang sama dengan kita dan naik angkutan umum yang sama dengan kita..

Sel-sel tidur mereka mulai nampak, muncul ke permukaan seiring dengan komando dan sinyal-sinyal yang diberikan. Mereka ada di media sosial, mendukung pembantaian, mengutuk aparat dan mencaci orang2 yang berseberangan.

Pada saat kejadian di Mako Brimob, mereka bahkan ada di daerah sekitar menunggu lengahnya aparat untuk membantai saat teroris di penjara menang..

Dan ketika mereka menguasai satu wilayah, maka orang2 yang dulu membela mereka, yang sok2an netral, yang acuh dengan kehadiran mereka, akan dijejerkan bersama-sama dan didudukkan dengan lutut menyentuh tanah dan tangan diikat ke belakang.

Orang2 itu akan digorok, dipenggal dan paling bagus ditembak kepalanya. Tidak ada yang disisakan oleh mahluk haus darah ini, karena genocida adalah salah satu program mereka.

Gak perduli anda agama Kristen, Budha bahkan Islam sekalipun, mereka tidak ada ampun. Bahkan meski korbannya memohon dengan mengucap syahadat dan meneriakkan nama besar penciptaNya. Semua akan ditebas, karena mereka merasa nikmat dengan bau anyirnya darah. Mereka kecanduan untuk terus berbuat hal yang sama..

Leher anda, saya dan anak2 kita, menjadi taruhan ketika mereka membesar dan berkuasa.

Mereka bisa jadi adalah tetangga anda, saudara, teman sekolah masa kecil bahkan teman sekantor.

Mulailah memerangi ideologi mereka. Rapatkan barisan dan selidiki orang2 baru disekitar anda. Peran ketua RT dan RW sangat penting disini karena merekalah yang seharusnya tahu siapa saja warga2nya.

Usirlah penceramah2 yang mengobarkan kebencian dan provokasi di masjid2 dan pengajian anda. Jangan beri mereka ruang. Karena mereka seperti virus yang terus mencari inang. Sekali bercokol, maka mereka akan menyebar..

Inilah saatnya jihad, membela negeri. Saatnya bangun dan sadar bahwa teroris tidak jauh, mereka sudah dekat sekali. Jika bukan kita yang membela negeri ini, lalu siapa lagi ?

Jangan sampai secangkir kopi yang terhidang hari ini, menjadi kopi terakhir yang bisa kita nikmati….

PUBLIKASI BY:ANJA

SECURE:NN