AKSI 22 MEI ADALAH AKSI MENGEMBALIKAN KEDAULATAN RAKYAT, TERUTAMA MEREKA YANG MENDUKUNG PRABOWO-SANDI

LIKE SHARE
  • 12.3K
  • 8K
  • 2.2K
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    22.6K
    Shares

168,031 total views, 3 views today

STRATEGIC ASSESSMENT. Ketua Dewan Pertimbangan MUI Prof Din Syamsuddin menghimbau kepada umat Islam untuk tidak melakukan tindakan kekerasan pasca pengumuman hasil pemilu oleh KPU 22 Mei. Walaupun begitu, ia mengatakan menggelar aksi damai merupakan hak konstitusional warga.

“Bahwa mau demontrasi mau unjuk rasa sah di republik ini, telah terjadi di 411, 212 kita damai, jangan sampai ada kekerasan, ada anarkisme dan ada kemungkinan provokasi provokasi, itu yang harus dihindari,” katanya belum lama ini di Solo. Lebih lanjut, Din tidak bisa menyalahkan apabila ada pihak yang melakukan aksi unjuk rasa menolak putusan KPU karena dianggap tidak Jurdil.

“Tapi mau apa saja mau 10 juta mau 20 juta, itu dijamin oleh konstitusi itu sendiri, tapi jangan sampai ada bentrok karena itu akan berhadapan sesama umat Islam,” tandasnya.

Ia juga meminta warga agar mengawasi jalannya proses Pemilu ini.
“Tapi yang paling penting pula jangan sampai kita membiarkan kecurangan-kecurangan karena itu akan membuat cacat moral dan cacat konstitusional,” ungkapnya (https://jurnalislam.com/mui-persilakan-warga-gelar-aksi-damai-tolak-kecurangan-pemilu/).

Sementara itu, pengamat politik dan praktisi hukum di Jakarta, Airla mengatakan himbauan Ketua Dewan Pertimbangan MUI tersebut datar-datar saja, dan sudah pasti aksi damai tidak melanggar hak konstitusional.

“Yang melanggar hak konstitusionalnya adalah mereka yang melarang massa atau pemilih yang merasa hak pilihnya dalam Pilpres 2019 yang merupakan hak konstitusional kurang dihargai atau disalahgunakan,” ujarnya seraya mengingatkan, oleh karena itu gerakan 22 Mei atau sebelum 22 Mei adalah gerakan mengembalikan kedaulatan rakyat, terutama rakyat yang mendukung Paslon 02 (Red)


LIKE SHARE
  • 12.3K
  • 8K
  • 2.2K
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    22.6K
    Shares