ANCAMAN TEROR DAN SEPARATIS MASIH ADA, APA UPAYA JOKOWI ?


STRATEGIC ASSESSMENT

719,019 total views, 1 views today

Oleh : Legimin Suryanto Putro*)

STRATEGIC ASSESSMENT-Berbagai masalah di bidang keamanan nasional masih tetap eksis atau ada, antara lain banyaknya peredaran senjata api rakitan, ancaman terorisme dan masih eksisnya kelompok separatis khususnya di Papua. Salah satu contoh adanya peredaran senjata api rakitan adalah ketika Komando Distrik Militer 1306/Donggala, menerima penyerahan lima pucuk senjata api rakitan dari aparat Desa Bangga, Kecamatan Dolo Selatan, tanggal 1 Agustus 2018 dan masalah ini mungkin juga ditemukan di banyak daerah.

Contoh ancaman teror juga masih terjadi di beberapa daerah, namun tetap beberapa diantaranya berhasil dilacak atau digagalkan aparat keamanan, seperti misalnya dilansir dari media online eksposnews.com, 5 Agustus 2018, Semarang. Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menangkap 3 terduga teroris di wilayah Tegal dan Semarang, Jawa Tengah. Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol.Condro Kirono yang dikonfirmasi mengenai penangkapan tersebut telah membenarkan dengan rincian di Tegal ditangkap 2 terduga teroris, di Semarang 1 terduga teroris. Dua terduga teroris yang ditangkap di Tegal, mereka merupakan anggota Jamaah Ansharut Tauhid (JAD). Adapun dugaan keterkaitan tiga terduga teroris itu dengan kasus tertentu, Condro tidak menjelaskannya. Terpisah, Kapolres Tegal AKBP Dwi Agus Prianto juga membenarkan penangkapan terduga teroris di Kabupaten Tegal. Agus tidak mengetahui secara pasti jumlah terduga teroris yang ditangkap oleh Densus pada penangkapan itu.

Sementara itu, dilansir dari media online www.Tribunnews.com, 6 Agustus 2018. Selain di Kota Semarang dan Tegal, Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri juga menangkap sejumlah terduga teroris di berbagai daerah lain. Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengungkapkan, jajarannya telah mengamankan 260 terduga teroris pasca teror bom di Surabaya. Penangkapan dilakukan di berbagai wilayah seperti Jabar, Jateng, Jatim. Menurutnya, penanganan terhadap terorisme saat ini menjadi fokus utama Korps Bhayangkara, terutama menjelang agenda Asian Games 2018. Adapun, seorang terduga teroris, AR, ditangkap di rumah kontrakannya, di Perumahan Istana Tegal Besar Cluster Kutai, Kecamatan Kaliwates, Jember, Jatim. Menurut dia, Tim Densus menyita sejumlah barang dari rumah AR seperti laptop, buku catatan, kartu perdana, dan sejumlah barang lain.

Dilansir dari media online www.rmolbanten.com, 8 Agustus 2018, Lampung. Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri kembali mengamankan dua terduga teroris di Lampung Selatan dan Lampung Timur. Seorang tersangka berinisial A diamankan tim Densus dari tempat tinggalnya di Wayhui, Jatiagung, Kabupaten Lampung Selatan, pukul 17.00 WIB. Satu tersangka lagi berinisial N diamankan tim Densus dari rumahnya di Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur. Ada sekitar tujuh anggota Densus berseragam serba hitam, bersenjata lengkap, dan berpenutup wajah mendatangi rumah kedua terduga jaringan teroris tersebut. Berdasarkan pengakuan warga sekitar rumah terduga, mereka tidak mencurigai aktifivas kedua terduga yang mengarah ke terorisme. Warga umumnya kaget terjadinya penangkapan tersebut. Para tersangka tidak melakukan perlawanan saat penangkapan. Kedua terduga anggota jaringan teroris itu telah dibawa ke Mapolda Lampung. Polisi juga memasang garis polisi di lokasi penangkapan.

Dilansir dari media online eksposenews.com, Densus 88 bersama Polda Sulawesi Selatan menangkap empat orang yang terkait jaringan teroris Santoso. Kelompok ini menimbun 15 kilogram bahan peledak dalam tanah. Seperti dilansir Antara, keempat terduga teroris ditangkap di dua lokasi berbeda. Dua orang berinisial B dan M, diringkus di wilayah Luwu Timur (Lutim). Sementara dua lainnya R dan I di Kabupaten Bone.

Kombes Dicky mengungkapkan, peledak itu sudah siap digunakan para pelaku. Mereka tinggal memasang detonator ke peledak. Kalau jenis peledaknya itu sama dengan jenis yang selama ini digunakannya. Mereka sudah beraksi sejak 2010 lalu dan berpengalaman dalam perakitan dan perencanaan. Interogasi singkat kepada para pelaku mengindikasikan, mereka akan menggunakannya di Bulan Agustus 2018. keempat pelaku jaringan teroris Santoso dan Daeng Koro ini diduga terlibat dalam pengeboman di Poso yang korbannya adalah anggota polisi.

Dilansir dari media online www.cnnindonesia.com. Sebuah video berisi ancaman dari pihak yang menyebut diri sebagai Divisi Peretasan ISIS kepada pemerintah Indonesia beredar di jagat maya, pada Selasa (21/8). Melalui video berdurasi 1 menit, pihak yang menyebut diri sebagai Hacktivist 1435 itu menyampaikan ancaman menggunakan bahasa Inggris dan diterjemahkan dengan teks berbahasa Indonesia. Di awal rekaman tersebut, terdengar satu narator berkata, “Dengan nama Allah, pesan untuk pemerintah Indonesia.

Kami peretas dari Tentara Ansar Khilafah. Apa yang telah kamu lakukan kepada saudara-saudaraku?” Suara pria itu kemudian terdengar membahas segala kesewenangan yang dilakukan pemerintah Indonesia terhadap “saudara-saudara”-nya, seperti penjara, pembunuhan, dan siksaan, hingga pemblokiran akun sosial media. Ancaman itu ditutup dengan pernyataan berbunyi, “Kami Divisi Peretas ISIS. Kami berjuang untuk meninggikan Alquran. Kami Hacktivist 1435, Ansar Caliphate Army. Kami akan menemukanmu dan kami akan membunuhmu.”

Dilansir dari media online www.cnnindonesia.com, 23 Agustus 2018, Konsulat Jenderal Australia di Surabaya memperketat pengamanan setelah sejumlah pejabat kantor itu dikabarkan menjadi target ancaman teror. Hal ini menyusul ancaman terhadap acara yang akan diselenggarakan di Universitas Airlangga pada 23 Agustus di mana Konjen Australia di Surabaya, beserta sejumlah warga Australia lainnya, berencana hadir. Kementerian Luar Negeri Australia menyatakan salah satu staf konsulat jenderalnya di Surabaya batal menghadiri salah satu acara yang diselenggarakan Universitas Airlangga karena “ancaman keamanan yang tinggi” tersebut.

Dilansir dari media online portalsatu.com dan batamtoday.com, 24 Agustus 2018, Kuala Lumpur. Kelompok mengaku peretas ISIS mengancam akan menyerang pemerintah Indonesia. Ini sebagai bentuk pembalasan atas pemenjaraan dan pembunuhan anggota mereka. Dilansir Channel NewsAsia, Jumat, 24 Agustus 2018, para peretas, yang menyebut diri mereka Hacktivist 1435 Anshar Caliphate Army, mengeluarkan ancaman dalam sebuah video. Dalam video itu, para peretas mengungkapkan kemarahan pada pemerintah karena memblokir akun media sosial kelompok pro-ISIS. Mereka bersumpah akan melepaskan teror pada pemerintah di dunia “nyata” dan “virtual”. Simpatisan Jamaah Ansharut Daulah (JAD)  membukukan ancaman teror dari Hacktivist 1435 Anshar Caliphate Army. yang diunggah pada 13 Agustus. Rekaman berdurasi satu menit itu disampaikan dalam bahasa Inggris  dan terdapat subtitle Bahasa Indonesia.

Densus 88 Antiteror Kepolisian Republik Indonesia menangkap lima terduga teroris di beberapa lokasi  di Sumatra Barat tanggal 14 Agustus 2018. Penangkapan lima teroris tersebut dilakukan secara stimulan di tiga kota, yaitu Padang, Bukittinggi, dan Payakumbuh. Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Syamsi menyebutkan sepanjang hari ini, Densus 88 Antiteror menangkap lima orang terduga teroris di beberapa titik di daerah itu. Untuk di Padang, Densus 88 menggeledah sebuah rumah di Jalan Parkit RT 1 RW 4, Kelurahan Kalumbuk, Kecamatan Kuranji.

Ancaman separatis di Papua

Situasi keamanan di Papua pada umumnya sudah aman, walaupun ancaman serangan tiba-tiba dari pihak Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) Papua masih saja bisa terjadi, walaupun kemampuan tempur kelompok ini diyakini semakin lemah, hanya saja mereka tetap bertahan karena niatnya untuk memerdekakan Papua dari Indonesia belum pudar.

Gambaran soal situasi keamanan di Papua seperti diberitakan berbagai media massa terlihat dari aparat Polres Puncak Jaya, Pupua, terlibat kontak tembak dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB), Selasa (7/8/2018). Kontak tembak ini terjadi di daerah Puncak Senyum, Distrik Irimuli.

Sementara itu, dilansir dari media online media-bhayangkara.com, Selasa, 14 Agustus 2018. Satuan Tugas pengamanan Daerah Rawan (Satgas Pamrahwan) Kolaksops Rem 172/PWY-Yonif 756/WMS berhasil menyita 2 pucuk senjata organik jenis M16 dan 1 pucuk Revolver hasil penyergapan di sektor Tiom Kabupaten Lanny Jaya, Senin (13/8/2018). Dari hasil penyergapan ditemukan barang bukti berupa 1 pucuk senjata M16 A1 nomor seri SER SP 47787 (Made In Hartford.CONN, USA) 1 pucuk senjata Pistol Revolver (tanpa nomor seri), 13 butir munisi Kaliber 5,56, 7 butir munisi Kaliber 38 SPL,1 Magazen M16 A1, 1 buah tali sandang senapan serbu, 1 sarung pistol, 2 tas pinggang, 1 buah charger, 1 parang, 1 buah laser point dan 7 baterai laser point isi ulang serta beberapa dokumen dan aribut Bintang Kejora. Satgas juga mengamankan 8 orang yang diduga menjadi anggota kelompok tersebut.

Saat peringatan hari Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 2018, maka Kelompok kriminal sipil bersenjata (KKSB) kembali berulah. Tepat di Mile 66, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua atau di areal PT Freeport Indonesia (PTFI) kelompok tersebut menembaki truk milik Kuala Pelabuhan Indonesia (KPI). Insiden yang terjadi menyebabkan supir truk, Jonathan Sopaheluakan terluka tepat di bagian lengan kanan atas. Sedangkan, dilansir dari media online www.viva.co.id. Kelompok Bersenjata di Papua mengklaim telah menembak rombongan prajurit TNI di Muara Kali Yuguru Nduga Wilayah Pegunungan Papua tepat pada perayaaan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI-73, 17 Agustus 2018. Bahkan klaim yang disampaikan Juru Bicara OPM Sebby Sambon itu, mengakibatkan dua prajurit TNI meninggal.

Dilansir dari media online viva.co.id, Kelompok Bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali beraksi dengan melakukan pembunuhan terhadap anggota TNI, Minggu, 19 Agustus 2018, di Distrik Tingginambut Puncak Jaya. Dua prajurit TNI tewas ditembak dan dipanah. Dua prajurit TNI itu masing-masing Letda Amran Blegur (Danpos) dan Pratu Fredy. Peristiwa pembunuhan dua anggota TNI itu berawal saat Letda Inf Amran Blegur bersama anggota Pos Satgas Pamrahwan Tingginambut merencanakan untuk memberi sumbangan bahan makanan kepada anak-anak usia sekolah yang berada di Kampung Tingginambut.

Dilansir media online www.kompas.com. Kepolisian Resort Jayawijaya mengamankan seorang warga Polandia saat hendak melakukan transaksi jual beli amunisi kepada kelompok kriminal bersenjata (KKB). WNA tersebut berinisial JFS. Ia ditangkap bersama dua warga Wamena, Y alias NY dan SCM. Ketiganya diamankan beserta barang bukti berupa 104 butir amunisi kaliber 5.56 mm, 35 butir amunisi kaliber 9 mm, dokumen transaksi percakapan, dokumen perjuangan TPN/OPM dan telepon genggam.

Sebelumnya, tanggal 30 Juli 2018, di beberapa daerah Jawa dan Bali berlangsung aksi unjuk rasa dari elemen pemuda dan mahasiswa Papua terkait kejadian di Kabupaten Nduga, Papua dengan tuntutan pemerintah menarik TNI/Polri karena telah melakukan pelanggaran HAM dan hak penentuan nasib sendiri sebagai solusi demokrasi atas persoalan di West Papua.

Apa yang dilakukan Jokowi ?

Menurut Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan daerah perbatasan Indonesia-Malaysia kerap kali dijadikan sebagai jalur pelarian bagi kelompok teroris Abu Sayyaf Group (ASG) dan ISIS jika ada gempuran dari pasukan militer Filipina. dari penjelasan Komandan Militer Angkatan Bersenjata Filipina yang melaksanakan tugas di wilayah Mindanao Barat, Filipina, serta beberapa informasi dari berbagai sumber yang dihimpunnya.

kelompok ISIS terus berkembang dan menunjukan eksistensinya sesuai cita-cita teroris untuk mendirikan negara Islam di kawasan ASEAN. Keberadaan kelompok terorisme itu lantas berpengaruh langsung terhadap ancaman perbatasan Indonesia dan Malaysia. Perkiraan bahwa kelompok tersebut melakukan pengembangan daerah operasi ke arah selatan hingga Malaysia dan Indonesia. Hal tersebut didasari berbagai peristiwa-peristiwa penculikan penduduk untuk direkrut sebagai simpatisan ISIS telah bergeser ke wilayah Sabah, Malaysia hingga sebagian perairan Indonesia.

Langkah lainnya adalah sebanyak 200 personel Brimob didatangkan ke Timika guna mengatasi kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) yang akhir-akhir ini kerap melakukan teror penembakan di beberapa wilayah di Papua. Kapolres Mimika, AKBP Agung Marlianto mengatakan bahwa 200 personel Brimob dari Ambon dan Kelapa Dua, Depok telah tiba di Timika pada Jumat lalu. Pasukan Brimob tersebut selanjutnya akan dikirim ke beberapa daerah seperti Nduga, Puncak, dan Puncak Jaya, termasuk di Tembagapura Mimika untuk mengatasi gangguan kamtibmas oleh KKSB.

Sebagai outcomenya, meski propaganda dilancarkan kelompok TPNPB OPM dan KNPB, terbukti tidak menyurutkan antusiasme masyarakat Papua untuk berpartisipasi aktif dalam memeriahkan acara masyarakat yang diadakan untuk Hari Kemerdekaan Indonesia ke-73 di seluruh tanah Papua. Pangdam XVII Cenderawasih, Mayjen TNI George E. Supit, sambung dia, atas nama semua prajurit Kodam XVII/Cendrawasih yang menghargai, merasa bangga dan berterima kasih kepada semua tingkat pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, kota, Polda Papua, pemuka agama, masyarakat, pemimpin tradisional, pejuang veteran, pemimpin pemuda, pers atau media, organisasi massa dan semua elemen masyarakat Papua yang telah mempertahankan situasi keamanan yang kondusif dalam momentum perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-73 di wilayah Papua.

Langkah lainnya adalah Jokowi selalu berusaha untuk memakmurkan dan memberikan keadilan kepada Papua, terbukti dengan pembangunan infrastruktur di Papua yang sangat masif dan pemberlakuan harga BBM di Papua yang sama dengan harga BBM di daerah lainnya di Indonesia. Tidak hanya itu saja, Jokowi juga telah menugaskan kalangan diplomat Indonesia untuk mencegah “manuver asing” memerdekakan Papua dari Indonesia.

 

*) Penulis adalah pemerhati masalah Indonesia. Tinggal di Jakarta.