AWAS, UCAPAN SELAMAT KEPADA JOKOWI BISA JADI BLUNDER

LIKE SHARE
  • 12.9K
  • 9.9K
  • 2.3K
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    25.1K
    Shares

287,593 total views, 1 views today

STRATEGIC ASSESSMENT. Sehari setelah pencoblosan, calon presiden petahana Joko Widodo mendapat banyak panggilan telepon dari kepala negara asing. Mereka mengucapkan selamat kepada Jokowi.

Jokowi mengatakan sudah ada 21 kepala negara yang menghubunginya via telepon. Semua memberikan ucapan selamat kepada dirinya, yang menurut berbagai lembaga survei menang atas rivalnya, Prabowo Subianto.

“Baru saja tadi PM Singapura telepon juga menyampaikan (selamat). Masih ada beberapa negara yang akan menelepon,” kata Jokowi saat wawancara dengan detikcom di Istana Negara, Kamis (18/4/2019).

Salah satu kepala negara yang hendak menelepon Jokowi adalah Presiden Turki Racep Tayyip Erdogan. Total sudah ada 21 kepala negara yang memberikan ucapan selamat kepada Jokowi.

“Tadi Presiden Erdogan juga. Dan sudah 21 negara sampaikan ucapan selamat,” katanya. Momen Jokowi menerima ucapan selamat dari kepala negara sahabat adalah saat Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong menelepon. Saat itu Jokowi tengah diwawancarai wartawan, ajudan presiden melaporkan ada telepon masuk dari PM Lee.

“Yes, PM Lee. Thank you,” kata Jokowi saat berbincang dengan PM Lee via telepon seluler. Dari obrolan tersebut, terdengar pembahasan hasil hitung cepat lembaga survei. “Yes, ninety nine percent yes PM Lee,” kata Jokowi soal akurasi hitung cepat lembaga survei (https://news.detik.com/berita/d-4516379/sudah-21-kepala-negara-ucap-selamat-ke-jokowi-erdogan-juga-akan-telepon).

Sementara itu, pengamat politik dan praktisi hukum, Airla mengatakan, wajar saja jika diinformasikan kepada masyarakat sudah ada 21 kepala negara yang mengucapkan selamat ke Jokowi, karena ini diduga sebagai bagian dari upaya propaganda dan penciptaan bandwagon effects ditengah masyarakat, sehingga muncul opini di masyarakat bahwa Jokowi telah menang, dan semua upaya yang dilakukan Prabowo-Sandi adalah melanggar hukum dan mengacaukan keamanan.

“21 kepala negara yang sudah mengirimkan ucapan selamatnya kepada Jokowi karena masih berpikiran normal bahwa tidak ada propaganda dan sebagainya termasuk mungkin mereka percaya lembaga quick count atau survei di Indonesia sudah profesional dan tidak berpolitik praktis, namun ucapan selamat kepada Jokowi bisa menjadi blunder jika mereka mengetahui bahwa quick count dan survei yang disiarkan di televisi adalah bagian penciptaan opini publik dan cipta kondisi,” ujar Airla seraya menambahkan, jika itu terjadi maka dunia internasional akan menilai bangsa Indonesia terutama lembaga quick count dan survei telah membohongi mereka (Red).


LIKE SHARE
  • 12.9K
  • 9.9K
  • 2.3K
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    25.1K
    Shares