Bayar Utang Pemerintah, Cadangan Devisa Jatuh US$ 600 Juta

STRATEGIC ASSESSMENT
LIKE SHARE
  • 14.6K
  • 7.7K
  • 1.2K
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    23.5K
    Shares

322,462 total views, 3 views today

STRATEGIC ASSESSMENT– Hari ini (7/2) Bank Indonesia (BI) kembali merilis data cadangan devisa Indonesia periode Januari 2019.

Berdasarkan siaran pers BI, Kamis (7/2/2019) cadangan devisa RI di bulan Januari turun US$ 600 juta ke posisi US$ 120,1 miliar dibanding bulan sebelumnya yang sebesar US$ 120,7 miliar.

Menurut analisa BI, turunnya cadangan devisa pada Januari 2019 terutama disebabkan oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Ditambah lagi, sepanjang Januari, pemerintah sama sekali tidak menerbitkan global bond. Seperti yang diketahui, global bond merupakan obligasi pemerintah yang diterbitkan dalam denominasi valas.

Dengan tidak adanya arus valas yang masuk melalui global bond, artinya tidak ada penyokong devisa kala pembayaran hutang luar negeri kian melambung.

Namun, posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. 

Bank Indonesia masih menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

 

LIKE SHARE
  • 14.6K
  • 7.7K
  • 1.2K
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    23.5K
    Shares