BOM WAKTU DAN TONGKAT ESTAFET KEPEMIMPINAN PASCA JOKO WIDODO

LIKE SHARE
  • 2.5K
  • 6.8K
  • 1.1K
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    10.4K
    Shares

89,883 total views, 1 views today

Oleh : Dhian Pras

STRATEGIC ASSESSMENT. Kelegaan dan kegalauan campur menjadi satu manakala Joko Widodo kembali diumumkan menjadi pemenang di Pilpres 2019 ini. Jokowi akan melanjutkan kembali masa kepemimpinannya di periode ke 2. Selama 5 tahun ke depan Jokowi akan all-out tanpa beban sedikitpun.

Janji beliau bahwa dirinya akan memberikan yang terbaik bagi bangsa ini. Sungguh diantara senang dan haru ada kegalauan di benak saya, all out-nya Jokowi membenahi negara ini justru menyimpan bom waktu dari barisan sakit hati yang selama ini memendam rasa benci tak berkesudahan.

Tapi saya percaya Allah selalu melindungi bangsa ini. Masih ada waktu dan harapan panjang, semoga tongkat estafet kepemimpinan negeri dilanjutkan kembali oleh pribadi yang mirip dengan Pakde. Tampaknya Pakde pun harus mulai dari sekarang menemukan dan mencari sosok yang amanah demi kelanjutan pembangunan bangsa ini.

Mengapa kegalauan ini muncul? Sadar bahwa 5 tahun bukanlah waktu yang panjang. Begitu banyak PR panjang yang mesti dibenahi dari bangsa ini. Disadari oleh semua, kemenangan Jokowi adalah kekalahan bagi kelompok radikal berbasis terorisme, pengusaha hitam yang selalu dihalangi dari keuntungan illegal oleh kebijakan Jokowi (pemburu rente dan kelompok mafia ekonomi), kelompok sakit hati yang masih loyalis di dalam institusi militer (mereka yang mempunyai akses senjata dan taktik).

Khusus untuk kelompok radikal, HTI memang sudah dibubarkan oleh pemerintah tapi fakta di lapangan ideologinya selalu bergerak dan tidak akan pernah mati, munculnya KARIM (Komunitas Royatul Islam) dan HASBI (Harakah Sunniyyah untuk Masyarakat Islami) adalah bukti ideologi khilafah akan selalu ditanamkan dan terus terus didengungkan. Ini salah satu pekerjaan berat Jokowi di 5 tahun yang akan datang.

Bagaimana mungkin kita lupa sepak terjang Joko Widodo di 5 tahun masa pemerintahan pertama dengan membubarkan Petral, kebijakan BBM satu harga, memberantas illegal fishing, menutup kran-kran kebocoran keuangan di seluruh Departemen, perlahan dan pasti memberantas mafia pangan yang selama ini telah menggurita di semua sektor pangan.
Belum sempurna semua tetapi bisa kita bayangkan siapa-siapa saja yang marah dan benci pada sosok Joko Widodo.

Mereka-mereka yang terbiasa hidup mewah, nyaman dan tenang sebelum Joko Widodo datang. Mereka-mereka yang selalu menjadi warga kelas satu karena pendapatannya yang melimpah ruah. Jokowi memutus mata rantai pendapatannya dengan kebijakan dan kebijaksanaannya.

Fokus pada pembangunan dan pembenahan sumber daya manusia di 5 tahun ke depan, mau tidak mau harus dilakukan oleh sosok Joko Widodo. Pembangunan SDM adalah sasaran yang tepat dan harus dikelola dengan baik untuk menghadang ideologi khilafah yang semakin berurat berakar, termasuk menghadap kelompok mafia, pemburu rente maupun pengusaha hitam yang selalu mencari cara-cara illegal untuk meraup keuntungan dari negara.

Tak sanggup membayangkan kelompok-kelompok yang tersakiti, tersingkir termasuk kehilangan pendapatannya ini akan bersatu padu di saat Joko Widodo tidak duduk lagi sebagai pemimpin negeri ini.

Inilah bom waktu yang akan ditinggalkan Joko Widodo. Pertarungan bebas akan terjadi. Dan berlawanan dengan apa yang tengah dikerjakan Jokowi saat ini. Bersatu padunya kelompok radikal berbasis terorisme, pengusaha hitam ditambah para kelompok sakit hati yang masih punya loyalis ke institusi militer dan persenjataan sungguh menjadi ancaman nyata di era pasca Jokowi.

Rasa optimis, harapan dan doa akan selalu ada bagi rakyat jelata macam saya ini. Saya yakin Joko Widodo di periode ke 2 akan mulai memikirkan kemana arah tongkat estafet kepemimpinannya akan berlanjut. Joko Widodo pasti paham dan akan memilih orang-orang yang mempunyai visi dan misi tentang Indonesia untuk 20-25 yang akan datang.

Sebagian dari kita pasti berpikir bahwa masih terlalu lama mencari pengganti pasca Jokowi, tapi bagi saya pribadi justru inilah saat yang tepat kita semua pendukung Joko Widodo mulai juga ikut memikirkan juga siapa sosok yang mampu melanjutkan estafet kepemimpinan Indonesia. Sudah pasti Joko Widodo pun berkejaran dengan waktu mencapai apa yang telah ditargetkan dalam pekerjaan plus mencari sosok ideal yang akan menggantikannya.

Tegaknya Ideologi Pancasila, NKRI harga mati, KKN mutlak diberantas. Negara Indonesia jaya, aman, damai dan sejahtera. Itu mimpi dari semua rakyat Indonesia, karena ingat 5 tahun bukanlah waktu yang panjang.
*) Pemerhati masalah Indonesia.


LIKE SHARE
  • 2.5K
  • 6.8K
  • 1.1K
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    10.4K
    Shares