DPT PEMILU 2019 BERMASALAH, PEMILU 2019 BERPOTENSI CHAOS

LIKE SHARE
  • 12.3K
  • 7.6K
  • 432
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    20.3K
    Shares

165,403 total views, 1 views today

STRATEGIC ASSESSMENT. Jakarta. DPT Pemilu 2019 masih invalid oleh KPU. Kita dituduh delegitimasi hasil DPT oleh KPU. Tapi kalau dibiarkan menjadi masalah bagi perkembangan demokrasi masa depan bangsa Indonesia.

Demikian dikemukakan Amien Rais dalam diskusi bertema “DPT bermasalah : Pemilu 2019 berpotensi chaos!” dihadiri 200 orang, dengan moderator Marwan Batubara di Gedung DPR-RI Jakarta (9/4/2019) seraya mengusulkan pada 17 April 2019 di GBK Senayan, KPU media asing untuk menyaksikan screen/layar besar hasil Pemilu 2019 dari Dapil-dapil.

“Pemilu 2019 rusak maka bangsa kita mengingatkan ultimatum untuk menggertak yaitu rakyat makin pandai. People power bukan untuk menciptakan konflik tapi untuk menciptakan kejujuran hasil kemenangan Pilpres 2019,” ujar politisi senior PAN dan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini.

Sementara itu, Ir. Agus Maksum sebagai pembicara lainnya mengatakan, tim IT BPN 02 terhadap perkembangan penanganan oleh KPU terkait laporan dugaan data tidak wajar ganda finalis manipulatif. Selain itu, file data tidak wajar berkode dalam grafik. Namun KPU menegaskan 17.5 juta bukan data invalid yang dituding oleh kubu 02.

“Banyak data KPU invalid dimana Tim IT BPN menemukan tanggal lahirnya sama dalam DPT dalam satu TPS. Data ini invalid dan ini dinilai kartu tanda penduduk palsu. KPU mengakui adanya kesalahan yaitu salah ketik, namun BPN Prabowo-Sandi menilai tidak wajar dan tidak menerima serta khawatir hacker yang menerobos sistem untuk mengubah data,” ujar anggota Tim IT Badan pemenangan Nasional/BPN Prabowo Sandi 02.

Sedangkan pendiri Ormas GARBI, Fachri Hamzah mengatakan, masalah DPT Pemilu 2019 ini membuktikan tindakan negara yang tidak profesional dalam DPT masih bermasalah dalam Pemilu 2019.

“Tugas Presiden Jokowi menjawab keraguan rakyatnya dalam demokrasi bukan menangkap orang dengan otoriter yang mungkin tidak berlanjut menang Pemilu 2019,” ujar tokoh vokal ini seraya menginformasikan, apabila Paslon Prabowo sandi menang Pilpres 2019 maka yang akan dibuka pertama adalah proyek KTP elektronik. Dengan cara itu menjadikan demokrasi menjadi sehat di Indonesia.

Sedangkan, Fadli Zon mengatakan, koordinasi Tim IT BPN 02 dengan KPU ini membuktikan pemerintah Jokowi tidak mempunyai kredibilitas angka yang akurat data Pemilu 2019. Ini membuktikan kegagalan pemerintah Jokowi juga gagal yang lainnya yaitu urusan pangan yaitu beras.

“Data Pemilu merupakan kesengajaan atau kecerobohan oleh KPU menjadi pertanyaan. Kalau kesengajaan ini adalah kejahatan dan penghianat bangsa. Pendukung Prabowo-Sandi menghimbau KPU dan Bawaslu menghapus data invalid 17.5 juta dan menemukan bukti temuan-temuan yang curang,” ujarnya.

Menurut lelaki Minang ini, Pemerintah Jokowi tidak boleh main-main dengan data DPT dan memainkan aparat untuk memanfaatkan pemenangan sekaligus mengerahkan BUMN ke Monas. Kita mengusulkan hitungan hasil Pemilu 2019 harus dengan manual sehingga tidak ada rekayasa untuk memenangkan Paslon Capres 01.

Sementara pembicara lainnya Ustad Bachtiar Nasir mengatakan, Pilpres 2019 ini aneh yaitu Orang gila bisa memilih tapi hantu juga bisa memilih. Ini bukti sangat ketakutan dan panik. Super power Pemilu 2019 sudah membuktikan rakyat sekarang sudah cerdas dan kita Sudah siap melawan hantu-hantu Pilpres 2019.

“Pemimpin yang curang tidak layak dipilih untuk kita. Untuk itu, kita harus berkorban untuk mempunyai pemimpin yang adil,” ujar tokoh Islam ini.

Kemudian, mantan Komisioner KPU RI, Chusnul Mariyah Ph.D mengingatkan KPU dan Bawaslu bahwa dana yang dikeluarkan oleh negara sebesar Rp 26 trilyun. Buat apa kalau dana tersebut timbul kecurangan. KPU harus adil dalam menyelenggarakan Pemilu dalam kemampuan mengelola DPT pemilu yaitu menyelesaikan masalah dalam kinerja Pemilu.

“KPU harus mendata dengan baik dari tingkat pendidikan hak warga negara dengan cara adil dan jujur. KPU harus memfasilitasi TPS keliling di Bandara yang selama tidak memiliki TPS. Sejauh ini hanya TPS keliling di Rumah sakit dan Lapas,” sarannya seraya mengingatkan para broker yang bermain luar biasa untuk manipulasi DPT dan survei yang banyak pesenan, sehingga propaganda untuk manipulasi DPT terjadi (Red).


LIKE SHARE
  • 12.3K
  • 7.6K
  • 432
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    20.3K
    Shares