DR. EGGI SUDJANA : DWI FUNGSI TNI AKAN MEMBUAT DISFUNGSIONAL TNI

LIKE SHARE
  • 9.9K
  • 4.3K
  • 1.2K
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    15.5K
    Shares

176,826 total views, 2 views today

STRATEGIC ASSESSMENT. Jakarta. TNI punya fungsi untuk menjaga keamanan rakyat dan supaya tidak terjadi perang karena mereka juga memegang senjata jadi apabila fungsi ini menjadi dwi seperti disejajarkan dengan fungsi lain di pemerintahan hal ini bisa membuat tidak ada lagi demokrasi, karena tidak perlu lagi dwi fungsi dan ikut dalam politik jadi ini bukan lagi tanda tanya akan tetapi tidak boleh adanya dwi fungsi apabila terjadi akan adanya disfungsional TNI.

Demikian dikemukakan Dr. Eggi Sudjana dalam diskusi publik bertema “Rezim Jokowi Mau Hidupkan Dwifungsi TNI?”, yang diselenggarakan oleh Seknas Prabowo-Sandi di Jakarta (5/3/2019) seraya menambahkan, saya tidak bermaksud mendiskreditkan TNI akan tetapi karena akibat kebijakan pemerintah tidak terlihatnya kinerja TNI di mata dunia. Dan sudah terlihat 01 untuk mengkondisikan ASN dan anggota Polri untuk mendukung 01 supaya menang dalam Pilpres 17 April.

“Dan saya dari BPN ingin mengusulkan supaya kotak-kotak suara dan alat Pemilu lainnya ada di Koramil-Koramil karena kami masih percaya kepada TNI walaupun Panglimanya sudah berpihak ke 01,” tegas politisi PAN ini.

Sementara itu, HM Taufik selaku CEO Seknas Prabowo-Sandi dalam sambutannya mengatakan, diadakannya diskusi public bertema “Rezim Jokowi Mau Hidupkan Dwifungsi TNI?” ini adalah indikator bahwa rezim saat ini sudah tidak bagus lagi.

“Kemarin kita protes ke KPU & Bawaslu terkait E-KTP warga negara asing, dan itu ada 1.000 sekian yang memiliki hal ini dan belum selesai masalah ini, sudah timbul lagi yang lain di Ciamis dan Garut. Dan ada juga bagi-bagi paket sudah kami laporkan ke KPU tapi juga masih belum jelas,” jelasnya seraya menegaskan, bagaimana cara kita memenangkan pak Prabowo-Sandi pada pilpres nanti. Bagaimanapun kita berharap pak Prabowo-Sandi bisa menang, agar negeri ini bisa berubah lebih baik lagi.

Sedangkan pembicara lainnya, Mahfudz Siddiq mengatakan, sudah 21 tahun reformasi yang telah kita bangun dan apabila organisasi TNI tidak membantu membangun negeri ini, kemungkinan reformasi tidak akan bisa seperti sekarang ini. Karena merekalah yang memberikan jalan tersebut. “Reformasi TNI sudah berjalan 15 tahun bisa kita lihat konstentansi TNI untuk menjadikan institusi TNI lebih baik, karena mereka berhasil membangun institusi yang profesional,” ujar inisiator Garbi ini.

Menurut mantan anggota Komisi I DPR-RI ini, apabila nanti ada seseorang yang ingin menarik TNI menjadi institusi sipil, maka seseorang tersebut adalah yang ingin menghancurkan negara ini secara sistematis. Walaupun demikian, saya yakin para perwira TNI tidak akan setuju tentang ide tersebut, dimana prajurit TNI didik dan dilatih untuk membela dan mempertahankan negara.

Sementara, Ubeidillah Badrun mengatakan, dalam analisis politik, yang bisa kita lakukan adalah dengan Motif politik. Ketika ada mobilisasi poltik, maka kita bisa melihat motif politik tersebut. Didalam analis politik banyak perspektif yang dapat dilakukan mengenai penarikan perwira TNI menduduki jabatan sipil dan hal ini dilakukan beberapa saat setelah mendekati Pilpres dan penunjukan ini dilakukan karena dilakukan bukanlah pada tempatnya atau kemampuan orang yang ditunjuk tersebut.

“Kalau ada upaya pemerintah mengembalikan dwi fungsi TNI ini merupakan pengkhianatan kepada rakyat, karena publik tidak menginginkan melihat kembali luka lama mereka,” ujar lelaki yang berprofesi dosen ini (Red).


LIKE SHARE
  • 9.9K
  • 4.3K
  • 1.2K
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    15.5K
    Shares