EDY RAHMAYADI: 5 MENIT SEBELUM ADZAN, KALIAN HARUS SUDAH DI MASJID!

LIKE SHARE
  • 12.3K
  • 7.7K
  • 1.5K
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    21.5K
    Shares

167,063 total views, 2 views today

STRATEGIC ASSESSMENT. Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) yang beragama Islam di lingkungan kantor gubernur agar melaksanakan shalat berjemaah di Masjid Agung Medan. Shalat berjemaah terutama saat Dzuhur dan Ashar. Masjid Agung Medan kebetulan letaknya berdampingan dengan kantor gubernur.

“Mustahil Sumut akan maju kalau ASN-nya tak beriman. Saya harap seluruh ASN yang beragama Islam sudah meninggalkan semua pekerjaannya lima menit sebelum azan, sudah di masjid. Kita minta dibuat pengumuman setiap akan masuk waktu shalat, saya yang bertanggungjawab kalau ada pekerjaan yang terkendala gara-gara shalat,” kata Edy.

Asisten III Bidang Administrasi dan Aset Pemprov Sumut Zonny Waldi mengatakan, imbauan untuk melakukan shalat berjamaah diumumkan melalui pengeras suara setiap lima menit sebelum masuk waktu shalat.

Baginya, apa yang dilakukan Edy merupakan salah satu implementasi dari visi beliau menjadikan Sumut yang religius. Selain ajakan shalat berjemaah, gubernur juga meminta agar ASN hemat listrik.

Ketua Harian BKM Masjid Agung Ustaz Azwir Abdul Aziz dalam tausyiahnya mengatakan, ASN menjadi panutan masyarakat. Menurutnya, tidak berlebihan jika gubernur mengingatkan bawahannya untuk selalu shalat berjamaah di masjid. “Semoga ini menjadi tanda-tanda kebangkitan umat. Setiap kita akan dimintai pertanggungjawaban, tugas gubernur mengurus rakyatnya,” kata Aziz (https://www.mediavalid.online/2019/06/gubsu-5-menit-sebelum-adzan-kalian.html?m=1)

Sementara itu, pemerhati masalah sosial budaya, Nuril Asyri Viandini mengatakan, perintah Gubernur Sumatera Utara tersebut adalah positif dan selaras dengan program revolusi mental yang dilakukan Presiden Jokowi, bahkan ajakan seperti ini sudah terdengar lama seperti peningkatan iman dan taqwa (Imtaq, red), walaupun minim dilaksanakan.

“Perintah Gubernur Sumatera Utara ini akan mampu meningkatkan ukhuwah Islamiyah dan diharapkan akan dapat mencegah terjadinya korupsi, kolusi dan nepotisme, karena manusia yang dekat dengan Tuhannya tidak akan pernah mau melakukan KKN,” tegas Nuril seraya menambahkan, Gubernur Sumatera Utara juga akan mendapatkan deviden politik baik di tingkat lokal, dan jika relasinya terus semakin membaik dengan umat Islam, ada kemungkinan bisa jadi modal ke Pilpres 2024 (Red)


LIKE SHARE
  • 12.3K
  • 7.7K
  • 1.5K
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    21.5K
    Shares