ILLEGAL DRILLING MARAK DI KABUPATEN BATANGHARI, JAMBI

LIKE SHARE
  • 8.3K
  • 3.3K
  • 779
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    12.4K
    Shares

274,286 total views, 3 views today

STRATEGIC ASSESSMENT. Jakarta. Diwakili oleh Asisten I Setda Batang Hari, Verry Ardiansyah, S.Sos, M.Si didampingi Kabag SDA, M.Yunus,SE melaporkan kembali masalah Penambangan Minyak Ilegal Drilling ke Kementrian ESDM pada Jum’at (01/02) di Jakarta.

Hal ini tak lain, menindaklanjuti perintah Bupati untuk melaporkan kembali aktifitas penambangan minyak secara ilegal di Kawasan Tahura pada sidaknya beberapa hari lalu, Bupati Batang Hari, Ir. H. Syahirsah, Sy.

Laporan tersebut diterima langsung oleh Dirjen Migas, Andi Muller. Dalam konfirmasinya, Asisten I, Very Ardiansyah menyampaikan bahwa pihak Pertamina sudah mengadakan rapat yang membahas masalah Ilegal Drilling tersebut dengan Komisi VII DPR RI (http://dinamikajambi.com/2019/02/03/pemkab-batanghari-laporkan-lagi-ilegal-drilling-ke-kementrian-esdm/).

Sementara itu, di Sungai Penuh, Kabupaten Kerinci, Jambi, pengamat masalah lingkungan hidup Redi Malik Sumendap mengatakan, memang praktik illegal drilling atau pengeboran minyak secara ilegal sangat marak di Jambi, dimana Pemda sudah tidak mampu menanganinya karena banyak oknum sipil maupun oknum aparat keamanan, termasuk oknum aparat desa yang bermain.

“Banyak pihak dalam merespons masalah ini dengan saling lempar tanggung jawab, dan banyaknya oknum yang “bermain” juga dipicu penghasilan dari aktifitas haram ini mencapai Rp 6 juta per hari,” ujarnya seraya menambahkan, maraknya praktik illegal drilling seperti ini sebagai dampak masyarakat sangat susah mencari pekerjaan, sehingga mereka berdalih mencari minyak di tanah mereka sendiri (Red).


LIKE SHARE
  • 8.3K
  • 3.3K
  • 779
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    12.4K
    Shares