INVESTASI BPJS AKAN LEBIH MULIA KENGUTAMAKAN KEPENTING KAUM BURUH


STRATEGIC ASSESSMENT

808,784 total views, 1 views today

STRATEGIC ASSESSMENT-Kaum buruh dan organisasi buruh bisa saja tidak keberatan dengan menginvestasikan dana BPJS untuk dikelola supaya ada imbal hasil. Namun adakah manfaatnya bisa dinikmati kaum buruh sebagai pemilik dana itu ?

Inilah masalnya yang menjadi soal. Selayaknya pengelolaan dana yang tehilpun dalam BPJS dapat digandakan untuk membuka lapangan pekerjaan baru, sehingga beban kaum buruh yang ikut menanggung mereka yang belum mendapat pekerjaan dapat segera diatasi dengan terbukanya lapangan kerja baru, sehingga angka penganghuran pun dapat terus ditelan jumlahnya.

Investasi dana BPJS diakui sejempah pihak dilakukan untuk membangun infrastruktur. Meski tidak juga dilakukan secara langsung. Seperti dengan cara membeli surat berharga.

Alasan para pengambil kebijakan do BPJS, hanya dengan cara itu uang BPJS tidak akan hilang. Sementara income tambahan bisa terus masuk menambah kekayaan BPJS. Kecuali itu resiko kredit investasi ke proyek pemerintah bisa lebih aman dibanding bila diinvestasikan ke proyek swasta.

Tahun 2017, BPJS Tenaga kerja diakuib bisa mendapat imbal hasil 26,7 triliun dari investasi yang sudah dilakukan.

Itulah sebabnya gaji atau upah mereka sebagai pengelola BPJS sungguh mewah. Gaji atau upah tertinggi di BPJS mencapai ratusan juta nilainya.

Mestinya dalam semangat dan elan vital atau etos kerja yang berpijak pada Pancasila –keadilan sosial serta persatuan maupun gairah kebhinekaan, upah buruh murah di Indonesia henraknya menjadi perhatian BPJS Ketenagakerjaan. Jika tidak, maka tujuan BPJS Tenaga Kerja untuk menjaga dan membangun serta memberi jaminan kesejahteraan bagi kaum buruh dalam arti luas jadi omong kosong. Karena sifat dan sikap individualisme dalam konteks perorangan maupun kolektif atau korporatif pun tidak boleh dipelihara dalam iklim usaha di negeri kita.

Setidaknya hanya dengan begitu arus deras dari buraya kaum kapitalisme di Indonesia dapat diminimalis, bila saja tidak bisa kita cukur habis hingga ke akar-akarnya.

Partono sebagai aktivis buruh terus berhitung tentang nilai upahnya di pabrik yang berbanding jauh dengan nilai upah saudara dan kawan-kawannya yang bekerja di lingkungan BPJS sampai ratusan juta itu. Sehingga kawannya yang lain sebagai aktivis buruh pun yang tetap terbilang miskin, semakin jauh mengkhayal dengan obsesinya untuk memiliki rumah yang tidak pernah terwujud sampai diusia senjanya.

Program yang ditawarkan BPJS untuk kaum buruh agar dapat mempunyai rumah dengan cara mudah dan murah, sungguh lebih mulia serta nyata menjadi keperluan kaum buruh yang selalu mendesak. Seban nyaris 50 persen upah yang diterima buruh habis untuk menbayar rumah kontrak. Akibatnya, kaum buruh nyaris tak bisa berkutik untuk sekedar membenahi agar kondisi ekonomi bisa ditata agar dapat lebih baik dari sebelumnya.

So pasti BPJS Ketenagakerjaan akan lebih mulia melakukan investasi dengan mengutamakan kepentingan kaum buruh. Tidak mencari keuntungan semata untuk menggandakan asset kekayaan sendiri. Sementara lapangan kerja dan kondisi kerja kaum buruh tidak pernah tersentuh dan membuat hati terenyuh.

Jakarta, 10 September 2018

Jacob Ereste
Pembina Utama Komunitas Buruh Indonesia