Jokowi Pulang Ke Solo Apabila Pemilu Ini Dilaksanakan Dengan Jujur Dan Adil Tanpa Kecurangan

LIKE SHARE
  • 21.4K
  • 13K
  • 2.3K
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    36.8K
    Shares

628,487 total views, 1 views today

Oleh:AN DAVOS

STRATEGIC ASSESSMENT-Kita ketaui bersama apa yang terjadi dengan situasi politik sekarang petahana menggunakan segala cara untuk menang dua priode dan tidak perduli di kritik publik.

Media mainstream Yang mereka miliki sudah tidak efektif untuk mencitrakan petahana karena Pihak Oposisi Punya cara mengendalikan opini melalui Media sosial dan kunjungan ke elemen rakyat ke rumah2 dengan memberikan fakta yang sebenarnya.

Simak Ini semua sekenario,Pasal 222 Undang Undang Pemilu Nomor 7 Tahun 2017 dinilai telah mendegradasi kadar pemilihan langsung dan menyebabkan rakyat tidak bebas karena pilihannya menjadi sangat terbatas.

Tak pelak pasal mengenai ambang batas pencalonan presiden atau Presidential Threshold 20 persen ini mencederai demokrasi di Indonesia.

Akhirnya pasal ini pun kembali digugat oleh sejumlah pihak ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Salah satu pihak yang mendaftarkan gugatan Pasal 222 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang syarat Presidential Threshold ke MK Tapi semua digantung tak jelas karena namanya Juga politik PT 20 Juga menghilang ditelan Isu Baru tanpa kejelasan juga sampai dimana Itu Prosesnya sekarang.

Calon presiden nomor 01, Joko Widodo belakangan ini mulai melontarkan pernyataan bernada sindiran bahkan terkesan menyerang paslon 02, Prabowo-Sandiaga di muka publik.

Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago menilai, strategi menyerang yang dilakukan oleh capres petahana tersebut lantaran eleketabilitasnya takut disusul Prabowo.

“Pak Jokowi memulai strategi ofensif ala Jokowi, mulai khawatir juga barangkali dengan pertumbuhan elektabilitas Prabowo yang  nyalip elektabilitas petahana,” kata Pangi dalam keterangannya, Minggu (10/2/19).

Kemungkinan lain alasan Jokowi melakukan hal itu karena mulai lelah dengan propoganda ofensif sang penantang terkait antek asing, impor, hutang dan tenaga kerja asing dan seterusnya. Sehingga, dalam pidatonya cukup berapi-api, terjadi sesuatu tak biasa, Jokowi yang dulunya kalem, sekarang ofensif.

Tapi Yang Jelas Apa yang dilakukan Petahana Sekarang sudah Tak berdampak yang maksimal karena pelajaran masa lalu Jokowi yang obral janji tak di tepati dalam Pemilu 2014.

Masyarakat Cenderung Menyikapi Kampanye petahana hanya dengan senyum simpul(apa artinya)?…….

Pilpres Ini Kalau DIlakukan Dengan Jujur dan adil Sudah Bisa dipastikan Petahana Kita Bisa Antar Pulang Kampung Ke Solo.

Tapi Faktanya dari semua kejadian Petahana Melakukan Apa saja Untuk Menang kembali Dua Priode.

Tim Capres Prabowo-Sandi Menyatakan Timses Prabowo Usul Kotak Suara Disimpan di Koramil Usai Pencoblosan nah Ini adalah Gejala yang sedang terjadi proses kecurangan itu sudah ada tanda2nya,maka dari itu Pihak 02 meyakini bahwa hanya TNI yang netral.

Rakyat Juga Menilainya TNI doktrinnya mendarah daging hanya bisa membela kepentingan rakyat bukan kekuasaan,TNI dari rakyat Oleh Rakyat Dan Kembali ke Rakyat,ini yang membuat TNI tidak Bisa Dibelah dengan cara apapaun.

Tidak Ada sejarahnya TNI mengkianati rakyat ini yang menjadi tim Prabowo-sandi Mempercayai netralitas TNI,Dan TNI anak Kandung Rakyat yang tidak Bisa Ditawar Lagi.

Sekarang Media Sudah memberitakan Kampanya Prabowo-Sandi dan Ini Juga Faktor Fakta tanpa pencitraan yang bisa di simak oleh rakyat Indonesia( Media menyiarkan Kegiatan Capres 02 Karena sudah ditinggal Pembacanya)namun sekarang mereka media sudah merubah strategi dengan meliput dan memberitakan Prabowo-sandi

 

 


LIKE SHARE
  • 21.4K
  • 13K
  • 2.3K
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    36.8K
    Shares