JOKOWI: YANG DIPAKAI KONSULTAN ASING, ENGGAK MIKIR BUAT RAKYAT TAKUT ATAU TIDAK

LIKE SHARE
  • 6.5K
  • 2.3K
  • 187
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    9K
    Shares

120,901 total views, 1 views today

STRATEGIC ASSESSMENT. Solo. Jawa Tengah. Di hadapan pengusaha kayu, Jokowi mengungkit pihak-pihak yang menuding dirinya antek asing. “Yang antek asing siapa? Jangan begitu dong. Maksudnya, jangan nunjuk-nunjuk dia antek asing, padahal dirinya sendiri antek asing. Enggak mempan antek asing, ganti lagi,” kata Jokowi.

Sebelumnya, beredar foto di media sosial yang menyebutkan kehadiran Rob Allyn, Konsultan Politik Presiden AS Donald Trump, dalam debat capres pada 17 Januari 2019. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga menegaskan tidak gunakan jasa konsultan politik asing dalam Pilpres 2019.

Anggota Direktur Komunikasi dan Media BPN, Imelda Sari menegaskan, foto yang beredar di media sosial itu bukan konsultan, melainkan atase duta besar Amerika.

“Itu Steven Watson mewakili US Embassy, aku ketemu dia di debat kemarin,” katanya kepada merdeka.com, Sabtu (19/1).
Ketua divisi komunikasi publik Demokrat ini menambahkan, Steven berada di barisan tengah saat debat capres. Hal itu menegaskan bahwa tamu yang duduk di tengah adalah undangan dari KPU. “Dia hadir karena memenuhi undangan resmi KPU,” jelasnya (https://www.merdeka.com/politik/jokowi-yang-dipakai-konsultan-asing-enggak-mikir-buat-rakyat-takut-atau-tidak.html).

Sementara itu, Airla pengamat politik di Jakarta mengatakan, di era globalisasi dan Medsos sekarang ini, pihak asing untuk mengetahui perkembangan di Indonesia mudah sekali dilaksanakan. “Debat Capres-Cawapres yang ditayangkan oleh banyak televise dan diberitakan banyak media massa di Indonesia jelas dipantau kalangan Kedubes negara sahabat yang berada di Jakarta, ataupun jejaring kelompok kepentingan asing di Indonesia,” ujarnya.Menurut Airla, jika kedatangan atase Dubes Amerika Serikat di acara debat Capres-Cawapres yang lalu bukanlah hal yang mengejutkan. “Amerika Serikat banyak memiliki kepentingan terhadap Indonesia dan ada kemungkinan AS menilai Indonesia saat ini akrab bahkan mendekat ke Tiongkok daripada AS,”tegasnya (Red)


LIKE SHARE
  • 6.5K
  • 2.3K
  • 187
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    9K
    Shares