Jokowi: Yang Senang Perpecahan Hijrah ke Persatuan


STRATEGIC ASSESSMENT

576,721 total views, 3 views today

STRATEGIC ASSESSMENT– Presiden Joko Widodo meminta pengusaha muda Indonesia saat ini mulai berubah 180 derajat demi menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan zaman. Menurutnya, pengusaha muda berperan penting mengantisipasi ketinggalan zaman.

“Pengusaha muda hijrah dari pesimisme ke optimisme, hijrah dari komsumtif ke produktif,” ujar Jokowi saat menghadiri acara Relawan Pengusaha Muda Nasional (REPNAS) di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta, Sabtu (3/11).

Ia mengatakan kondisi berusaha dulu dan kini berbeda. Di tengah perkembangan zaman, pengusaha muda kini sudah bisa menjadi miliuner bahkan triliuner, seperti CEO Gojek, Traveloka, Bukalapak, dan Tokopedia.

Hal itu bertolak belakang dengan kondisi usaha sekitar 30 tahun lalu ketika ia masih bergabung dalam HIPMI Solo.

“(Sekarang) Baru 1-4 tahun sudah melompat jadi miliarder dan itu tidak mungkin dikerjakan yang (lalu-lalu), pasti dikerjakan yang muda,” tutur Jokowi.

“Mari hijrah dari monopoli ke kompetisi. Ciri kemajuan di situ. Jangan senang diberi fasilitas dan hak monopoli. Hijrah dari individualistik ke kolaborasi, kerja sama,” ucapnya.

Tak hanya pengusaha muda, Jokowi juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk hijrah ke sifat-sifat positif di masa mendatang. Menurutnya, hal ini dapat membuat Indonesia menjadi lebih baik menghadapi tantangan zaman.

“Yang marah-marah lalu hijrah ke sabar-sabar. Sabar tapi tetap kerja keras. Dari yang senang perpecahan hijrah ke persatuan,” tutur mantan Wali Kota Solo ini.

Dikawal tanpa mobil kepresidenan

Usai menemui relawan, Jokowi mengunjungi beberapa lokasi di kawasan Banten. Berdasarkan pantauan, Jokowi menggunakan mobil Innova hitam, bukan Mercedes Benz mobil kepresidenannya.

Sebelum ke Banten, Jokowi memang menggunakan mobil Mercy-nya ketika mengunjungi Indonesia Motorcycle Show 2018 di Jakarta Convention Center (JCC) usai berjumpa dengan relawan. Pergantian dilakukan sebelum makan siang di Rest Area (RA) KM 13,5.

Di sebuah rumah makan dalam RA, Jokowi terlihat didampingi Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Indonesia Kerja Moeldoko, Abdul Kadir Karding, dan mantan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Pramono Anung.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Ketua Koordinator Staf Khusus Teten Masduki turut mendampingi Jokowi.

Usai santap siang, Jokowi menunaikan salat di Masjid Ar Raihan yang masih dalam kompleks rest area itu. Ia menjadi imam salat yang diikuti beberapa anggota Paspampres dan warga.

Setelah itu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini memasuki mobil Innova-nya kembali dan melaju ke Kawasan Cagar Budaya Kesultanan Banten (Kawasan Banten Lama).

Mengenai hal ini, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono mengatakan Jokowi langsung yang mengingini menggunakan mobil Innova sebab beberapa agenda yang dijalani di Banten dalam kapasitasnya sebagai calon presiden.

“Ya, hari ini Pak Jokowi pakai Innova. Karena ini kegiatannya sebagai calon presiden,” ucap Heru.

Mobil itu, kata Heru, bukanlah standar untuk pengamanan Presiden. Oleh sebab itu, pengetatan keamanan dilakukan di sekitar mobil.

“Karena ini bukan mobil keras, jadi ada pengetatan pengamanan pada sektor-sektor tertentu,” katanya.

SECURE:CNNINDONESIA