Kenangan & Renungan Usai Ramadhan

LIKE SHARE
  • 2.1K
  • 4.3K
  • 432
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    6.9K
    Shares

98,907 total views, 1 views today

 

Abu Ubaidah As Sidawi

STRATEGIC ASSESSMENT-1. Sebulan lalu kita sambut bulan Ramadhan, dua hari lalu kita berpisah dg ramadhan. Itulah kehidupan dunia. Ada perjumpaan dan ada perpisahan.
Kini kita sedang di atas tanah, dan suatu saat kita akan di bawah tanah. Kita hanya bagaikan pengembara yang mampir sejenak, dan suatu saat kita akan mudik ke kampung halaman asli kita.

2. Di bulan Ramadhan kita digembleng tuk ngegas ibadah dan ngerem dari dosa, bahkan dari hal yg bersifat mubah pada asalnya. Semua itu untuk mendidik dan melatih kita untuk menjadi insan yg bertaqwa. Itulah hakekat puasa sebenarnya.

Itulah tujuan pokok tujuannya. Sdhkah kita lulus dari madrasahnya ataukah Ramadhan hanya rutinitas yg datang dan berlalu begitu saja tanpa membawa perubahan pada diri kita?

3. Di 10 akhir bulan puasa, kita dimotivasi untuk meningkatkan daya semangat kita dan kita kendor.
Itu pelajaran penting bagi kita agar selalu meningkatkan keimanan kita di penghujung garis finis karena ukuran sesuatu adalah di di penutupannya.

4. Setelah sebulan penuh kita beribadah, kita disyariatkan untuk zakat fithri dg tujuan membersihkan diri dan membantu fakir miskin.
Ini pelajaran penting bagi kita agar terus membersihkan diri dari noda dosa dan menambal lubang kekurangan serta berusaha membahagiakan orang lain sebisa mungkin.

5. Setelah sebulan penuh kita disyariatkan berhari raya, menampakkan kegembiraan dan syiar agama.
Ini pelajaran penting bagi kita vahwa perayaan dab kegembiraan yg sesungguhnya adalah usai kita beribadah kepada Allah.

7. Doa usai hari raya adalah minta diterimanya amal kebajikan ibadah kita selama Ramadhan sebagaimana atsar para sahabat.
Ini pelajaran penting bagi kita agar tidak merasa aman dan ujub dg amal kita, tetapi hendaknya kita berdoa, berharap dan merasa takut jika amal kita tidak diterima.

8. Di bulan syawal ini kita disyariatkan 6 hari Syawal sebagai tanda kesempurnaan puasa kita yg wajib.
Ini pelajaran penting bagi kita agar tetap istiqomah dalam ibadah, karena tanda diterimanya ibadah adalah semangat ibadah selanjutnya.

Jangan sampai kita hanya mengenal Allah di bulan puasa saja, karena finis ibadah itu bukanlah tanggal 1 syawal tapi kematian.

Ringkasan Khutbah Jumat 3 Syawal 1440 H
Di Masjid Shulthon Az Zakari, Gresik.


LIKE SHARE
  • 2.1K
  • 4.3K
  • 432
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    6.9K
    Shares