KODE 11 DARI JARI TANGAN IRIANA DAN JOKOWI DI GBK Oleh : Bobby Rivaldy

LIKE SHARE
  • 7.9K
  • 3.4K
  • 434
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    11.7K
    Shares

98,987 total views, 1 views today

STRATEGIC ASSESSMENT. Jokowi setidaknya menyebut PSI dua kali dalam pidatonya di GBK. Tidak lupa Jokowi memberikan tekanan suara sedikit berbeda ketika dirinya menyebutkan nama PSI, beda dengan ketika menyebut partai-partai lainnya. Jokowi harus memberi jeda agak lama akibat gemuruh di stadion GBK sore itu.

Pada sore yang sama di belahan dunia yang lain, kabar mengejutkan juga muncul dari ExitPoll pemungutan suara di tiga kota Sydney, Melbourne – Australia dan Berlin – Jerman. PSI membuat kejutan luarbiasa dengan perolehan suara fantastis, tidak tanggung-tanggung, PSI menjadi pemenang Pemilu di tiga kota besar tersebut.

Apa yang terjadi? Silent majority sedang bergerak, mereka sudah muak dengan parlemen yang setiap hari hanya mengirim kabar buruk ke mereka. Warga diaspora malu, tidak ada yang bisa dibanggakan dari DPR RI saat ini. Sangat timpang dengan apa yang dilakukan Pak Jokowi.

Fakta permulaan ini diyakini akan menjadi gelombang trend ke dalam negeri pada 17 April yang akan datang. Yang bikin heran, bukannya Gerindra dan PKS atau PAN yang panik. Kepanikan malah terlihat di tubuh PDIP, mereka benar-benar terganggu dengan kehadiran PSI. Akun-akun caleg dan simpatisan PDIP malah seperti Banteng yang kehilangan kesabaran, mereka malah sibuk menyerang Grace Natalie dkk. Mengapa?

Ada dua kemungkinan: pertama, karena segmen pemilih mereka memang sama-sama nasionalis, hanya saja PDIP memang tampil dengan kemasan nasionalisme lama dan old school. Sementara PSI besutan Grace dkk, mampu menghadirkan nasionalisme dengan kemasan yang ringan, berani, moderen, bersih, wajar jika kelas menengah perkotaan jatuh cinta pada PSI.

Kedua, mungkin PDIP cemburu buta lalu kemudian paranoid sendiri karena di GBK suara gemuruh ketika Jokowi menyebut nama PSI dua kali lalu disambut gemuruh gegap gempita puluhan ribu orang di GBK Senayan.

Lebih lagi ada yang berbeda di GBK sore itu, Jokowi dan Iriana yang biasanya mengangkat jempol di setiap panggung sepanjang masa kampanye. Sore itu kedua pasangan itu, “mengangkat dua tangan dengan jari menandakan angka 11 sebagaimana yang sering digunakan sebagai simbol anak-anak muda PSI” . Kode keras sedang dikirimkan oleh Jokowi dan Iriana langsung dari GBK dihadapan ratusan ribu pendukungya, diisaksikan jutaan pasang mata yang menyaksikan momen itu di televisi.

Saya berharap kedua partai ini bisa menjalin sinergi di parlemen. Membiarkan PDIP sendirian juga tidak sehat untuk demokrasi. PDIP akan menyandera Jokowi, menyandeea demokrasi, bagaimanapun mereka juga politik yang belum terbukti mampu mengubah wajah DPR RI selama lima tahun kekuasaan mereka. PSI harus diberi jalan sebagai kekuatan kritis di DPR agar politik berjalan sehat. Mungkin itu juga yang ada dikepala Pak Jokowi dan Ibu Iriana sehingga secara terbuka mengirim KODE 11 ke seluruh pendukungnya.

*) Mahasiswa di Institute of Political Science Goethe University-Frankfurt.


LIKE SHARE
  • 7.9K
  • 3.4K
  • 434
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    11.7K
    Shares