MAJALAH TEMPO DILAPORKAN EKS KOMANDAN TIM MAWAR KE POLISI

LIKE SHARE
  • 12.3K
  • 7.7K
  • 1.5K
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    21.5K
    Shares

142,032 total views, 4 views today

STRATEGIC ASSESSMENT. Dewan Pers menyarankan agar mantan Komandan Tim Mawar Mayjen (Purn) Chairawan berkoordinasi dengan Dewan Pers terkait masalah pemberitaan dengan judul Bau Mawar di Jalan Thamrin pada Majalah Tempo edisi hari ini.

Wakil Ketua Dewan Pers Ahmad Djauhar mengaku sampai saat ini mantan eks Anggota Tim Mawar itu belum ada yang berkoordinasi ke Dewan Pers terkait pemberitaan yang dinilai salah di Majalah Tempo tersebut ke Dewan Pers.

Menurutnya, sesuai prosedur jika ditemukan ada permasalahan terkait pemberitaan, pihak terkait sebaiknya melaporkan hal tersebut ke Dewan Pers terlebih dulu sebelum melaporkannya ke Bareskrim Polri.

“Sampai saat ini kami belum ada laporan terkait pemberitaan di Majalah Tempo itu. Kalau sesuai prosedur memang sebaiknya melaporkan dulu ke Dewan Pers nanti akan kami teliti masalahnya di mana,” tuturnya kepada Bisnis, Senin (10/6/2019).

Dia menjelaskan jika ada pihak dari eks Tim Mawar yang tidak terima dengan pemberitaan di Majalah Tempo edisi hari ini dan langsung malaporkan hal tersebut ke Bareskrim Polri, maka tim penyidik di Bareskrim Polri juga akan melimpahkan perkara itu ke Dewan Pers untuk diteliti terlebih dulu.

Jika ada pelanggaran yang mengarah ke perbuatan tindak pidana, menurut Djauhar, maka Dewan Pers akan memberikan rekomendasi kepada mantan Komandan Tim Mawar itu agar Majalah Tempo dilaporkan ke Polisi. Tetapi menurut Djauhar, jika tidak ditemukan perbuatan tindak pidana, maka akan diselesaikan secara baik-baik.

“Nanti tim penyidik di Bareskrim Polri juga paham hal itu. Kasusnya nanti juga akan dikembalikan ke Dewan Pers untuk diteliti,” katanya.

Sebelumnya, pihak mantan Komandan Tim Mawar Chairawan berencana melaporkan Majalah Tempo ke Bareskrim Polri pada Selasa 11 Juni 2019 pukul 13.00 WIB.

Laporan akan dilayangkan karena Majalah Tempo diduga telah membuat pemberitaan yang tidak sesuai dan diduga memojokkan Tim Mawar terlibat di dalam aksi 21-22 Mei beberapa waktu lalu di sejumlah lokasi di DKI Jakarta (https://kabar24.bisnis.com/read/20190610/15/932376/tempo-dilaporkan-eks-komandan-tim-mawar-ke-polisi-dewan-pers-lapor-ke-kami-dulu#.XP5S5jvyb5s.whatsapp)

Sementara itu, praktisi hukum Airla di Jakarta mengatakan, menyikapi perkembangan tensi politik yang belum mereda pasca pelaksanaan pemilu Presiden, maka komunitas pers dalam memotret dan memberitakan masalah aktual yang berkembang hendaklah tetap menjaga netralitas pers.

“Bagaimanapun juga, prinsip check, recheck, crosscheck dan balance reporting tetap harus dikedepankan oleh pers dalam memberitakan sebuah permasalahan, dan yang paling penting menjaga profesionalisme dan imparsialitas mereka, agar kemerdekaan pers tetap terjaga serta mampu berkontribusi terhadap perkembangan demokrasi di Indonesia,” ungkap Airla seraya menambahkan, pihak asing yang memiliki kepentingan di Indonesia yang paling diuntungkan dari perkembangan situasi nasional yang berkembang melalui siaran langsung di televisi dan sejumlah media (Red).


LIKE SHARE
  • 12.3K
  • 7.7K
  • 1.5K
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    21.5K
    Shares