MASSA MPRS AKAN MENDATANGI KANTOR KPU: RAKYAT TIDAK PERCAYA KPU DAN APARATUR PEMERINTAH

LIKE SHARE
  • 11.7K
  • 7.2K
  • 87
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    19K
    Shares

276,408 total views, 1 views today

STRATEGIC ASSESSMENT. Jakarta. Saat ini Indonesia benar benar berada dalam bahaya besar. Bangsa ini didera berbagai permasalahan yang mengerikan sekaligus menyedihkan. Ancaman invasi, aneksasi dan kolonisasi aseng semakin nyata, ditambah bahaya laten dan balas dendam PKI bukan hanya sekedar hoax.

Demikiian dikemukakan Nur Hidayat Asegaf di Jakarta seraya menambahkan, untuk menetralisir kemungkinan yang tidak diinginkan, maka MPRS pada 20 Desember 2018, menyelenggarakan Rapat Akbar Bangsa Indonesia jilid kedua bertema “Menuntut Independensi KPU/Aparatur pemerintah pada Pilpres dan Pileg 2019”. Acara tersebut menghasilkan beberapa rekomendasi, namun disederhanakan oleh tim inti MPRS dalam “Tuntutan MPRS demi Pilpres dan Pileg jujur, adil dan damai”.

“Perkembangan politik yang sangat memprihatinkan, dimana Bangsa Indonesia sedang menghadapi pesta demokrasi yang sangat menentukan nasib negara berjuluk “Zamrud Katulistiwa” ini memberikan gambaran tidak menyenangkan, yaitu persaingan tidak sehat dan menyebar aroma kekerasan, walau siapapun Paslon yang dikalahkan,”tegas Ketua Umum MPRS ini.
Menurut Asegaf, tidak bisa dipungkiri, bahwa rakyat tidak lagi mempercayai KPU dan aparatur pemerintah dapat berlaku jujur dan adil. “MPRS didampingi para tokoh agama, ulama, habaib serta tokoh nasional berencana akan berkunjung ke KPU RI, untuk menyampaikan tuntutan MPRS tersebut sekaligus melakukan diskusi dengan Ketua KPU, Ketua Bawaslu dan Kapolri yang diagendakan berlangsung pada 7 Februari 2019 pukul 13.00 WIB. “Kapolri masih dalam konfirmasi. Titik kumpul massa di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta,” jelasnya. (Red)


LIKE SHARE
  • 11.7K
  • 7.2K
  • 87
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    19K
    Shares