MEDAN JUANG TNI, POLRI DAN RAKYAT SEMAKIN BERAT Oleh : Zamhari Basyir

LIKE SHARE
  • 11.7K
  • 5.1K
  • 1.8K
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    18.5K
    Shares

191,446 total views, 1 views today

STRATEGIC ASSESSMENT. Lembaga perwakilan Rakyat sekarang terasa hanya mewakili kepentingan Partai dan kelompoknya. Kepentingan Rakyat akan keadilan dan kemakmuran diabaikan. Hal itu semakin nyata sekarang menjelang Pemilu. Rakyat terbelah, persatuan Bangsa goyang, potensi konflik horizontal besar, ancaman disintegrasi Bangsa semakin nyata dengan dibantainya pekerja proyek di Papua, petisi Rakyat Aceh yang memprotes penangkapan Gubernur mantan komandan GAM, berkembangnya penerapan strategi Rusia dalam proses politik (sinyalemen Presiden),dll.

Secara keseluruhan diakui atau tidak, apa yang terjadi itu adalah bentuk pelemahan terhadap kemampuan dan integritas Indonesia sebagai Negara merdeka dan berdaulat. Karenanya tidak boleh ada sedikitpun ruang untuk pihak ketiga masuk dan mempengaruhi sinergitas pemikiran dan kerja TNI dan Polri dalam mendapatkan informasi,data dan fakta tentang hambatan,tantangan dan ancaman baik dari dalam maupun dari luar. Kalangan elite TNI dan Polri harus mengintensifkan pertukaran informasi dan hasil analisis intelijen. Sehingga perumusan kebijakan operasional dilapangan mampu menjawab persoalan.

Para petualang politik tdk mau iklim politik di Negeri ini stabil dan kuat. Karena dengan iklim politik yang stabil maka tidak ada ruang untuk bisa memakai strategi menyandra dengan menggunakan “hukum”.

Bom waktu dalam politik Indonesia adalah konflik yang diakibatkan ketidak mampuan para elit negeri menyelesaikan perbedaan pemahaman tentang Idiologi negara. Karena itu TNI dan Polri serta Rakyat harus duduk bersama untuk memformulasikan ulang tentang penjabaran Idiologi Negara. BPIP yang ada sekarang tidak cukup produktif untuk maksud itu.

Motif para petualang politik itu ternyata adalah untuk tujuan ekonomi. Mereka mempengaruhi Pemerintah untuk membuat sesuatu baik berupa proyek fisik maupun non pisik agar rekanan dan atau perusahaan mereka yg mengerjakan dan untung besar. Tidak ada rumusnya pengusaha dan broker tidak mencari keuntungan.

Fakta Negara sekarang berhutang banyak baik kepada Pemerintah Asing, lembaga keuangan, maupun pada swasta baik asing,aseng maupun Pribumi. Berhutang tidak haram tapi berhutang karena ulah para petualang tentu sangatlah disayangkan.

Bidang lain yang memprihatinkan dampak dari perbuatan para petualang itu adalah menurunnya kualitas sumberdaya manusia baik secara moral Pancasila maupun dalam keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan Negeri. Hal ini ditandai dengan meningkatnya jenis dan jumlah barang yang diimpor oleh Indonesia.

Padahal satu perintah saja persoalan import ini bisa diselesaikan. Misalnya diwajibkan setiap Gubernur membuka pabrik garam,gula, lahan sawah, perkebunan,dll. Tapi itu sulit dilakukan karena para petualang itu sudah menguasai sendi-sendi eksport dan import. Disinilah perlunya pemimpin yang berani, tegas dan berpihak pada keadilan dan kesejahteraan rakyat.

Semua negara memiliki problematika masing-masing. Tapi negara yang tergolong pada dunia ketiga umumnya memiliki persoalan yang mirip rapuh dalam idiologi,politik dan ekonomi.

Konsep IPOLEKSOSBUD HANKAMRATA perlu diletakkan diatas meja besar Indonesia oleh TNI dan Polri. Sehingga bisa menjadi magnet raksasa dalam menggugah hati dan pikiran semua anak Negeri. Fakta yang terjadi hari ini adalah tidak konsisten keyakinan para pemikir dan pembesar TNI dan Polri terhadap konsep dimaksud. Benar begitu seorang anggota TNI dan Polri pensiun dia kembali menjadi Rakyat biasa. Tapi tetap api semangat dan jiwa prajurit harus terus menyala dalam dirinya dengan satu tujuan jaya Indonesia makmur rakyatnya.

Hari-hari ini kita dapat menyaksikan bagaimana banyaknya para mantan itu menari dengan kekuasaan dan kekayaan yang dimiliki. Berbahayanya bagi Indonesia adalah keberhasilan para petualang politik mendikotomikan antara pikiran para mantan itu. Tidak heran para mantan prajurit TNI dan Polri terlibat dan bermain langsung dalam politik praktis dengan masuk dalam blok anti dan pendukung Capres.

Tidak ada orang yang bisa mengatakan kalau Israel adalah Negara lemah. Terlepas apakah Negara itu disokong oleh kekuatan Yahudi diluar negeri atau sekutu dengan Amerika dan sebagainya. Sebagai Negara mereka mampu mengatasi persoalan-persoalan didalam Negeri. Israel bukan negara subur dan kaya seperti Indonesia tapi Negara itu mampu menggunakan MOSSAD/badan Intelijen untuk mengumpulkan seluruh informasi,data dan fakta yang dibutuhkan dan dijadikan bahan untuk merumuskan kebijakan Negara. Untuk kepentingan itu maka semua bersepakat anggaran Intelijen diberikan porsi yang besar.

Negara yang intelijennya lemah akan mengalami banjir senjata gelap, perdagangan manusia, Narkotika dan pencurian sumberdaya laut, tentara asing, dll. Indonesia belum separah itu tapi masih memiliki ruang dan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan yaitu melalui maksimalisasi kerja-kerja TNI, Polri dan para diplomat.

Dari gambaran diatas terlihat betapa medan juang TNI, Polri dan rakyat semakin berat, luas dan menantang. Mereka tidak lagi kompatibel kalau hanya mengandalkan kekuatan militer dan fisik semata tapi harus menjadi motor dalam mendorong terbangunnya kekuatan intelektual yang acceptable dengan kebutuhan Indonesia ditengah pergaulan masyarakat internasional dan didalam negeri mereka menjadi lokomotif persatuan dan kesatuan bangsa. Musyawarah besar dengan menu konsep IPOLEKSOSBUD HANKAM RATA kelihatannya mendesak untuk segera dilaksanakan.
*) Pemerhati masalah keamanan nasional.


LIKE SHARE
  • 11.7K
  • 5.1K
  • 1.8K
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    18.5K
    Shares