MEMBANJIRNYA HOAX DAN BERITA DUSTA Oleh : TW Deora

LIKE SHARE
  • 76.6K
  • 5.5K
  • 342
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    82.4K
    Shares

112,374 total views, 1 views today

STRATEGIC ASSESSMENT. Sebelum, selama dan pasca pelaksanaan Pemilu 2019, gonjang ganjing politik di Indonesia diwarnai dengan hujan deras hoax dan berita dusta yang sama-sama dilakukan oleh kedua kubu pendukung Capres-Cawapres yang sedang berlaga di tahun politik ini. Ada yang mendapatkan sanksi hukum dan ada yang lepas, sehingga tidak mengherankan jika hukum dinilai berbagai kalangan seperti sinyalemen Tyrell “tajam ke bawah dan tumpul ke atas”.

Membanjirnya berita dusta dan hoax di tahun politik sudah menimbulkan banyak korban, bahkan potensi terjadinya konflik sosial semakin menguat karena dipicu salah satunya dengan banyaknya berita dusta dan hoax, maka situasi tambah genting dan membahayakan kepentingan bangsa ke depan.

Dalam ajaran agama, terutama agama Islam menyebarkan berita hoax ataupun berita dusta jelas merupakan dosa besar dan mendapatkan siksa kubur, sebab pelaku penyebar hoax dan berita dusta apalagi yang menyebabkan konflik sosial untuk bertaubatnya, maka pelaku penyebar hoax atau berita dusta harus meminta maaf kepada banyak orang yang menjadi korban berita bohongmu. Perhatikan firman Allah SWT : اِنَّمَا يَفْتَرِى الْـكَذِبَ الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ ۚ وَاُولٰٓئِكَ هُمُ الْكٰذِبُوْنَ “Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah pembohong.” (QS. An-Nahl 16: 105)

اِنَّ الَّذِيْنَ جَآءُوْ بِالْاِفْكِ عُصْبَةٌ مِّنْكُمْ ۗ لَا تَحْسَبُوْهُ شَرًّا لَّـكُمْ ۗ بَلْ هُوَ خَيْرٌ لَّـكُمْ ۗ لِكُلِّ امْرِىٴٍ مِّنْهُمْ مَّا اكْتَسَبَ مِنَ الْاِثْمِ ۚ وَالَّذِيْ تَوَلّٰى كِبْرَهٗ مِنْهُمْ لَهٗ عَذَابٌ عَظِيْمٌ “Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu (juga). Janganlah kamu mengira berita itu buruk bagi kamu bahkan itu baik bagi kamu. Setiap orang dari mereka akan mendapat balasan dari dosa yang diperbuatnya. Dan barang siapa di antara mereka yang mengambil bagian terbesar (dari dosa yang diperbuatnya), dia mendapat azab yang besar (pula).”
(QS. An-Nur 24: 11)

اِذْ تَلَـقَّوْنَهٗ بِاَ لْسِنَتِكُمْ وَتَقُوْلُوْنَ بِاَ فْوَاهِكُمْ مَّا لَـيْسَ لَـكُمْ بِهٖ عِلْمٌ وَّتَحْسَبُوْنَهٗ هَيِّنًا ۖ وَّهُوَ عِنْدَ اللّٰهِ عَظِيْمٌ “(Ingatlah) ketika kamu menerima (berita bohong) itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit pun, dan kamu menganggapnya remeh, padahal dalam pandangan Allah itu soal besar.””(QS. An-Nur 24 : 15)

اِنَّ الَّذِيْنَ يُحِبُّوْنَ اَنْ تَشِيْعَ الْفَاحِشَةُ فِى الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ ۙ فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ ۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْـتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ “Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar perbuatan yang sangat keji itu (berita bohong) tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, mereka mendapat azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. An-Nur 24:19)

وَلَيَحْمِلُنَّ اَ ثْقَالَهُمْ وَاَ ثْقَالًا مَّعَ اَثْقَالِهِمْ وَلَـيُسْـئَـلُنَّ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ عَمَّا كَانُوْا يَفْتَرُوْنَ”Dan mereka benar-benar akan memikul dosa-dosa mereka sendiri, dan dosa-dosa yang lain bersama dosa mereka, dan pada hari Kiamat mereka pasti akan ditanya tentang kebohongan yang selalu mereka ada-adakan.” (QS. Al-‘Ankabut 29: 13)

Oleh karena itu, jelas sudah jauhi hoax dan berita dusta. Tidak baik bagi keutuhan bangsa, berisiko di dunia dan akhirat.
*) Pemerhati masalah sosial, budaya dan keagamaan.


LIKE SHARE
  • 76.6K
  • 5.5K
  • 342
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    82.4K
    Shares