MENCERMATI AJAKAN PEMIMPIN AGAMA DAN TOKOH LAINNYA DI TAHUN POLITIK SAAT INI

LIKE SHARE
  • 3.5K
  • 2.3K
  • 342
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    6.1K
    Shares

97,800 total views, 1 views today

STRATEGIC ASSESSMENT. Jakarta. Pimpinan Pondok Pesantren Al Hasan, KH Syarief Hidayat menghimbau kepada seluruh umat Islam di Indonesia khususnya di Kabupaten Ciamis bagi yang mempunyai hak pilihnya untuk tidak menjadi golongan putih (Golput) pada pemilihan Pilpres dan Pileg 17 April 2019 nanti.

“Tindakan Golput menunjukkan sikap tidak bertanggung jawab, karena itu Umat Islam harus menggunakan hak pilihnya dalam Pemilihan Pilpres dan Pileg nanti,” ucapnya pada Tim fokuspriangan saat diwawancarai khususnya di Ponpes Al Hasan, Kamis (04/4/19).

Selain mengajak masyarakat untuk mengawasi Pemilu 2019 ini untuk lebih berkualitas, KH Syarief Hidayat pun mewanti-wanti kepada seluruh kontestan politik agar tidak melakukan kampanye politiknya di tempat-tempat ibadah dan sekolah (https://www.fokuspriangan.com/2019/04/04/kh-syarief-hidayat-himbau-masyarakat-agar-tidak-golput).

Di Jakarta, pengamat politik dan praktisi hukum, Airla mengatakan, himbauan yang disampaikan KH Syarief Hidayat agar umat Islam tidak Golput dalam Pemilu 2019 adalah sangat benar, termasuk ajakan agar semua lapisan masyarakat ikut mengawal proses pelaksanaan Pemilu dengan tertib tanpa adanya pertikaian.

“Namun, sebaiknya ajakan atau testimoni dari kalangan pemuka agama yang sengaja dibuat oleh kelompok kepentingan tertentu dengan menggunakan media massa atau wartawan termasuk dengan jaringan lainnya sebaiknya tidak dobel makna, karena menurut hasil salah satu survei menunjukkan jika angka Golput meningkat, maka ada potensi Jokowi mengalami kekalahan,” ujar Airla yang memiliki koneksi politik dan hukum sangat luas ini seraya menambahkan, testimoni pemuka agama sebaiknya dikemukakan netral dan tidak menguntungkan Paslon tertentu dalam Pilpres 2019.

Menurutnya, juga bukan merupakan pendidikan politik yang baik jika ada upaya dari kelompok kepentingan politik tertentu untuk mempertahankan dominasi politiknya berupaya mengubah pilihan politik massa yang akan mendukung lawan politiknya. “Basis-basis massa Prabowo-Sandi sepertinya menjadi sasaran agar berubah memilih Jokowi-Ma’ruf Amin, hal ini setelah beberapa hasil survei kurang dapat dipercaya lagi validitasnya,” papar Airla (Red).


LIKE SHARE
  • 3.5K
  • 2.3K
  • 342
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    6.1K
    Shares