MISTERI DI BALIK SURAT ROMY : “SAYA DI JEBAK”

LIKE SHARE
  • 12.3K
  • 7.7K
  • 432
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    20.4K
    Shares

135,314 total views, 14 views today

OLEH:RICKY SEBASTIAN HAFIZ

STRATEGIC ASSESSMENT– Operasi Tangkap Tangan (OTT) Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuzy alias Romy atas dugaan kasus suap Jual Beli Jabatan di Lingkungan Kementrian Agama yang dimana Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan tersangka kasus korupsi jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag), Romahurmuzy, tidak mungkin bekerja sendirian. Oleh sebab itu, KPK bakal memperkaya penyelidikan terhadap pihak lain termasuk Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Menurut Wakil Ketua KPK, Laode Muhammad Syarif, “kita tahu persis bahwa saudara Romy itu kan tidak memiliki kewenangan untuk mengurus secara langsung yang berhubungan dengan jabatan-jabatan tertentu.”

KPK menangkap Romi pada Jumat (15/3) di salah satu hotel di Jawa Timur, dan KPK mendapati barang bukti dari hasil penangkapan 6 orang tersangka dengan uang senilai Rp156,75 juta. Dari hasil penangkapan tersebut, KPK pun menyegel ruangan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin dan Sekretaris Jendral Kementrian Agama untuk memperoleh bukti – bukti apakah ada keterlibatan di lingkungan Pejabat Kementrian Agama atau tidak.

MISTERI SURAT TANGAN ROMY

Setelah menjalani pemeriksaan kurang lebih 12 jam. Saat keluar dari gedung KPK dan Pasca ditetapkannya Romi sebagai tersangka, lalu beliau mengaku dijebak sehingga bisa tertangkap tangan oleh tim penindakan KPK pada Jumat (15/3) kemarin. “Saya dijebak, untuk lebih jelasnya ada di surat yang saya tulis,” kata Romi di Gedung KPK Jakarta, Sabtu (16/3).

                                                                                                                 Surat Tangan Romahurmuzy

Berikut isi surat yang dituliskan oleh Romy :

1. Saya ingin memulai dengan pepatah arab: musibah yang menimpa suatu kaum akan menjadi manfaat dan faidah untuk kaum yang lain.

2  Saya merasa dijebak dengan sebuah tindakan yang tidak pernah saya duga, saya pikirkan, atau saya rencanakan bahkan firasatpun tidak. Itulah kenapa saat menerima sebuah permohonan silaturahmi di sebuah lobi hotel yang sangat terbuka dan semua tahu bisa melihatnya. Ternyata niat baik ini menjadi petaka.

3. Dengan adanya informasi pembuntutan saya selama beberapa pekan bahkan bulan sebagaimana disampaikan penyelidik, maka inilah resiko menjadi juru bicara terdepan sebuah koalisi yang menginginkan Indonesia tetap dipimpin oleh paham nasionalisme-religius yang moderat.

4. Kejadian ini juga menunjukan inilah resiko dan sulitnya menjadi salah satu public figure yang sering menjadi tumpuan aspirasi tokoh agama atau tokoh-tokoh masyarakat dari daerah

5. Kepada rekan-rekan TKN Jokowi-Amin dan masyarakat Indonesia, saya mohon maaf atas kejadian menghebohkan yang tidak diinginkan ini. Inilah resiko pribadi saya sebagai pemimpin yang harus saya hadapi dengan langkah-langkah yang terukur dan konstitusional dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah. Mohon doanya.

6. Kepada warga PPP du seluruh pelosok tanah air; rekan-rekan pengurus DPP DPW, DPC, PAC dan Ranting : saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas seluruh persepsi dan dampak akibat kejadian yang sama sekali tidak pernah terlintas di benak ini. Jangan kendurkan perjuangan karena waktu menuju pemilu hanya tinggal hitungan hari. Saya sudah keliling nusantara dan meyakini PPP lebih dan mampu untuk  melewati ambang batas parlemen . Saya akan segera mengambil keputusan yang terbaik untuk organisasi, setelah bermusyawarah dengan rekan-rekan fungsionaris DPP dan DPW dalam keterbatasan komunikasi yang saya miliki saat ini.

7. Kepada kakak, adik, keluarga besar terkhusus istri dan anakku tercinta, Ayah mohon maaf yang sebesar-besarnya atas segala kesedihan, kerepotan dan perasaan yang kalian terima. Dengan seluruh perasaan Ayah yang masih tersisa saat ini, dengan segala ketulusan Ayah, mohon keyakinan kalian bahwa apa yang sesungguhnya terjadi tidaklah seperti yang tampak di media. Ikhlaskanlah takdir yang menimpa Ayah sebagi pemimpin saat ini.

Anakku, permataku dan pembuat senyumku, engkau harus tetap belajar rajin karena UN sudah dekat. Tak usah kau pedulikan apa kata orang jika mereka membullymu, karena inilah resiko menjadi pemimpin politik seperti yang selalu Ayah bilang. Ayah doakan semoga engkau tetap menjadi yang terbaik seperti biasanya di sekolahmu. Peluk cium ayahmu dari jauh yang selalu mencintaimu.

Istriku, belahan nyawaku, Engkaulah kekuatanku. Aku yakin kita terus saling menguatjan, menghadapi badai ini agar cepat berlalu. Aku merasakan  begitu besarnya cinta dan kesungguhan serta pengorbananmu mendampingiku. Terimakasih untuk terua mempercayaiku. Karenanya izinkan aku untuk terus mencintaimu. Titip cium untuk anak kita setiap hari.

Dalam surat tersebut, Romy yang menulis bahwa dirinya dijebak menimbulkan tanda tanya besar, siapakah yang menjebak Romy? adakah keterkaitan hukum yang menerpa Romy dengan politik Kontestasi Pemilu 2019? dalam hal ini Romy tidak menyebutkan secara eksplisit isi surat yang menyatakan bahwa beliau di jebak sehingga menimbulkan misteri adanya “sesuatu yang tersembunyi” dalam kasus OTT Romy menjelang Pemilu 2019 dan adanya dualisme dukungan di tubuh partai berlambang Ka’bah ini.

Masyarakat Berharap KPK tetap professional dalam memberantas Kejahatan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme di lingkaran Birokrasi sesuai dengan Arah tujuan serta Komitmen KPK. Dalam kasus suap jual beli jabatan di lingkungan Kementrian Agama dapat di usut secara tuntas dan menangkap pihak-pihak yang terlibat khususnya dalam pencarian bukti keterlibatan pejabat dilingkungan Kementrian Agama karena kita sangat tahu betul kapasitas Romy tidak mungkin dapat mengatur jabatan-jabatan di dalam Kementrian.

 


LIKE SHARE
  • 12.3K
  • 7.7K
  • 432
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    20.4K
    Shares