PARA ELITE PETAHANA SAAT INI SEDANG MEMPERSIAPKAN PENGALIHAN ISU UNTUK MENGABURKAN KECURANGAN KPU

LIKE SHARE
  • 21.3K
  • 14.3K
  • 2.8K
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    38.4K
    Shares

287,975 total views, 10 views today

STRATEGIC ASSESSMENT. Tahapan pemilihan umum telah mendekati hari puncak, yakni pengumuman resmi dari Komisi Pemilihan umum (KPU) terkait hasil dari pemenang pemilihan Presiden yang akan tiba pada 22 Mei mendatang.

Temuan di lapangan saat hari pencoblosan lalu banyak ditemukan kecurangan, yakni kertas suara yang telah tercoblos. Hal itu ditemukan di berbagai daerah. Ditambah lagi pencurian form resmi C1 yang membuktikan transparansi hasil suara.

Tidak sampai di situ, hasil situng resmi KPU pun ditemukan kejanggalan-kejanggalan yang membuktikan bahwa kecurangan Pemilu 2019 sangat masif dan terstruktur. Hal itu disampaikan Praktisi Intelijen, Fauka Noor Farid. Saat berbincang dengan medanheadlines.com, Mantan Anggota Tim Mawar tersebut menjelaskan, saat ini, kecurangan-kecurangan Pemilu sudah mulai dikaburkan.

Disampaikannya, ada sekolompok elite dan petinggi di kubu petahana yang sedang melakukan cipta kondisi, rekayasa sosial dan agenda setting terkait pengaburan kecurangan pemilu.

“Sudah ada laporan dari intelijen-intelijen kita, dan saya juga mengamati, bahwa ada sekelompok orang yang sedang melakukan pengaburan kecurangan pemilu, dengan melakukan cipta kondisi. Bahkan, ada beberapa pengalihan isu yang dilakukan,”katanya.

Pengalihan isu yang sudah terbaca, adalah wacana perpindahan ibu kota, bahkan selain itu sudah tercium beberapa pengalihan yang disiapkan.“Jangan heran, jika nanti akan banyak yang diperbuat mereka untuk mengaburkan kecurangan pemilu. Isu terorisme pun sudah dipersiapkan mereka. Maka dari itu, kita akan melihat, begitu bobroknya Pemilu 2019, sehingga mereka menghalalkan segala cara untum menutupi kecurangan, dan membuat demokrasi kita digergaji,”ungkapnya.

Disampaikannya, yang paling penting isu terorisme jangan digunakan oleh aparat kepolisian untuk menangkap tokoh-tokoh Islam dari kubu 02. Dengan dalih terorisme di sela-sela wacana people power yang akan dilakukan oleh kubu 02, untuk menuntut keadilan, karena kecurangan-kecurangan yang dilakukan KPU.

“Apalagi KPU sudah mengeluarkan statement tidak akan takut dan menuruti tekanan-tekanan dari pihak manapun, karena KPU menjalankan undang-undang. Lah, ini bukan urusan menjalankan undang-undang, ini masalah kejahatan yang sudah KPU perbuat sendiri.

Apakah kejahatan dengan mencuri dan manipulasi data bagian dari undang-undang yang anda pertahankan? Di sini harusnya KPU peka terhadap kemarahan rakyat, bukan malah berbicara seperti itu, karena subtansinya adalah kejahatan dan manipulasi data yang dilakukan oleh KPU itu sendiri, kenapa kejahatan karena yang dirampok suara 02 adalah jutaan bukan lagi ribuan,”terangnya.

Lebih parah lagi, lanjut Fauka, kalau people power untuk menuntut keadilan dibilang kudeta sipil. “Saya pikir orang yang mengatakan demikian, sedang membuat opini ke masyarakat seolah-olah akan ada kudeta sipil, ini yang bahaya, karena hak demokrasi rakyat dikebiri terus dengan kekuasaan, keadilan rakyat dilawan dengan ditakut-takuti dengan istilah kudeta,”tambahnya.

Namun, Fauka menyatakan, masyarakat Indonesia sudah cerdas, sehingga tidak mudah dibohongi dengan berbagai jenis pengalihan isu yang dilakukan untuk menutupi dan mengaburkan kecurangan pemilu.

“Masyarakat tetap memantau gerak-gerik oknum di KPU, semua ikut memantau jalannya demokrasi Indonesoa dengan baik. Itu bukti kecerdasan masyarakat. Tidak akan teralihkan, karena kita semua fokus dan tidak mau ada pengaburan kecurangan pemilu,”pungkasnya. (http://medanheadlines.com/2019/05/06/fauka-noor-farid-kaburkan-kecurangan-kpu-elite-petahana-sedang-siapkan-beberapa-pengalihan-isu/)


LIKE SHARE
  • 21.3K
  • 14.3K
  • 2.8K
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    38.4K
    Shares