PENGANIAYAAN DUA PEGAWAI KPK, ANCAMAN TERHADAP PENEGAKKAN HUKUM.

STRATEGIC ASSESSMENT
LIKE SHARE
  • 7.2K
  • 3.3K
  • 144
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    10.7K
    Shares

158,509 total views, 1 views today

STRATEGIC ASSESSMENT. Jakarta. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Minggu sore (3/2/2019) sekira pukul 15.30 WIB, melaporkan ke Polda Metro Jaya tentang adanya dugaan penganiayaan yang dilakukan terhadap 2 pegawai KPK yang sedang bertugas. Kasus ini akan ditangani Jatantras Krimum Polda Metro Jaya.

Kejadian dimulai dari menjelang tengah malam, Sabtu (2/2/2019) di Hotel Borobudur, Jakarta. Saat itu pegawai KPK ditugaskan untuk melakukan pengecekan di lapangan. Mereka mendapat informasi dari masyarakat tentang adanya indikasi korupsi.

Kedua pegawai KPK yang bertugas tersebut mendapat tindakan yang tidak pantas dan dianiaya hingga menyebabkan kerusakan pada bagian tubuh. Meskipun telah diperlihatkan identitas KPK, namun pemukulan tetap dilakukan.

“Apapun alasannya, tidak dibenarkan bagi siapapun untuk melakukan tindakan main hakim sendiri. Apalagi ketika ditanya, Pegawai KPK telah menyampaikan bahwa mereka menjalankan tugas resmi. Sehingga kami memandang penganiayaan yang dilakukan terhadap 2 pegawai KPK. Dan perampasan barang-barang yang ada pada pegawai tersebut merupakan tindakan serangan terhadap penegak hukum yang sedang menjalankan tugas,” kata Humas KPK Febri Diansyah dalam pernyataannya, Minggu (3/2/2019).

Untuk memastikan kondisi dan kesehatan pegawai, KPK telah membawa mereka ke RS untuk dilakukan visum. Dikabarkan, 2 pegawai KPK tersebut sedang dirawat dan segera akan dilakukan operasi. Karena ada retak pada hidung dan luka sobekan pada wajah.

“KPK berkoordinasi dengan Polda. Dan berharap setelah laporan ini agar segera memproses pelaku penganiayaan tersebut. Agar hal yang sama tidak terjadi pada penegak hukum lain yang bertugas. Baik KPK, Kejaksaan ataupun Polri,” tegas Febri.
Sementara itu, Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK Yudi Purnomo mengecam keras tindakan yang dilakukan orang-orang tersebut. Dikatakan Yudi, tim WP KPK ikut serta dengan tim biro hukum KPK yang melaporkan peristiwa tersebut ke Polda Metro Jaya.

“Ini bagi kami ini lagi-lagi merupakan teror terhadap pegawai KPK yang sedang menjalankan tugasnya. Kami berharap bahwa rekan-rekan di kepolisian segera menangkap dan memenjarakan pelakunya. Saat ini kami fokus untuk kesembuhan kawan kami. Dan mohon doanya dari seluruh rakyat Indonesia (https://suaramerdeka.id/4154/penganiayaan-2-pegawai-kpk/)
Sementara itu, pengamat politik Airla mengatakan, penganiayaan dua pegawai KPK jelas merupakan ancaman terhadap penegakkan hukum. “Presiden Jokowi harus segera memerintahkan Kapolri untuk cepat menangkap pelaku penganiayaan terhadap dua pegawai KPK tersebut, sebab salah satu pengejawantahan Presiden berdiri paling depan dalam memerangi masalah yang menghambat penegakkan hukum,” ujarnya seraya menganalogikan, dalam konsep Prabowo Subianto dikenal dengan “Chief of law enforcement,”.

Menurut CEO Cersia ini, keberadaan dan kepemimpinan terdepan sosok kepala negara dalam perang melawan korupsi dan tindakan kekerasan atau penganiayaan terhadap pegawai yang bertugas melawan korupsi harus ditunjukkan. “Itulah realisasi dari chief of law enforcement, sehingga konsep ini tidak melanggar aturan hukum dan tidak berarti Presiden mengintervensi kekuasaan hukum,” tegasnya. (Red)


LIKE SHARE
  • 7.2K
  • 3.3K
  • 144
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    10.7K
    Shares