PENGUSAHA MENJERIT, KARGO UDARA NAIK 300% DAN TOL MAHAL

LIKE SHARE
  • 17.4K
  • 7.7K
  • 2.3K
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    27.4K
    Shares

323,470 total views, 1 views today

STRATEGIC ASSESSMENT. Jakarta. Asosisasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) dan Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) juga mengeluhkan mahalnya tarif tol Trans Jawa. Kondisi kondisi tersebut membuat para pelaku usaha di bidang logistik menjerit. Maskapai Garuda Indonesia membeberkan alasan menaikkan tarif kargo udara. Tarif kargo udara ini belakangan dikeluhkan pengusaha logistik.

VP Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan menyebutkan beragam faktor yang membuat maskapainya harus menaikkan tarif, mulai dari harga avtur hingga gejolak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). “Kan kita menghitung sekarang harga harga cost dengan inflasi, fluktuasi, harga avtur, kebandaraan, dolar, ya memang harus dinaikkan,” katanya ditemui di Gedung Sainath Tower, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (8/2/2019).

Dia mengatakan, manajemen Garuda Indonesia telah memetakan berbagai hal dan disimpulkan memang tarif kargo harus naik. Harga yang sudah naik ini menurutnya sudah sesuai dengan harga keekonomian.

“Tapi memang poinnya, kan sebelumnya kita sudah ngobrol, bahwa harga yang kita implementasikan sekarang itu memang sudah harga keekonomian, harga cost. Itu ya harga BEP istilahnya,” jelasnya.

Dia menjelaskan, tarif yang selama ini berlaku sudah harus disesuaikan dengan kondisi kondisi yang ada. Itu dilakukan agar biaya operasional yang dikeluarkan Garuda Indonesia bisa ditutup dengan tarif yang diberlakukan. “Kalau kita bisnis kan costnya harus menutupi, harga kan juga harus nutupin cost. Itu yang kita munculkan sekarang,” tambahnya.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memanggil maskapai penerbangan dan pengusaha di bidang logistik membahas kenaikan tarif kargo udara. Direktur Keamanan Penerbangan Kemenhub Dadun Kohar mengatakan, rapat yang berlangsung secara tertutup membahas jalan keluar atas kenaikan tarif kargo udara yang membuat pengusaha logistik mengeluh.

“Kita sepakat untuk menyelesaikan persoalan ini bersama-sama untuk mencarikan yang terbaik untuk semuanya,” katanya usai rapat di Gedung Sainath Tower, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (8/2/2019). Namun belum ada hasil untuk menindaklanjuti kenaikan tarif kargo udara. Kata dia secara lebih detail itu akan dibahas dalam rapat selanjutnya. Pertemuan selanjutnya akan dilaksanakan Senin depan.

“Belum, kita belum berbicara seperti itu. Akan ditindaklanjuti dalam pertemuan berikutnya,” ujarnya. Secara umum, dia mengatakan pertemuan antara pengusaha logistik dan maskapai yang diwadahi Kemenhub berlangsung lancar. Kedua belah pihak punya itikad baik untuk mencari solusi yang saling menguntungkan.

VP Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan dalam kesempatan terpisah mengatakan, rapat hari ini fokus terhadap maskapai Garuda Indonesia. Pihaknya bersama pengusaha logistik ingin ada win-win solution. Pengusaha logistik yang hadir diwakili Asosiasi Perusahaan Jasa Ekspedisi Ekspres Indonesia (Asperindo).

Dia belum bisa menjelaskan secara detail tindak lanjut dari pertemuan tersebut. Pasalnya pertemuan hari ini belum fokus membicarakan persoalan tarif kargo udara secara detial.

“Cuma tadi memang poinnya adalah dari pemerintah memfasilitasi ketemu Asperindo sama Garuda atau mungkin nanti kelanjutannya sama maskapai lain. Ya sudah nanti ketemu lah kita ngobrol gimana kita cari jalan terbaik yang win-win gitu,” tambahnya.

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Suhendra Ratu Prawiranegara mengkritik pembangunan Tol Trans Jawa tidak memberikan efek positif ke perekonomian. Tarif tol dinilai kemahalan sehingga angkutan logistik beralih ke jalan nasional.

Menanggapi kritik tersebut, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, tol justru menjadi salah satu sumber pembangunan nasional. Sebab, transportasi menjadi lancar karena adanya jalan tol.

“Saya melihat jalan tol justru sumber pertumbuhan ekonomi, karena dengan adanya jalan tol kelancaran transportasi menjadi lebih baik, biaya logistik bisa turun, tentunya kita tidak bisa bergantung pada jalan arteri,” kata dia di Kementerian PPN, Jakarta Pusat, Jumat (8/2/2019).

Dia mengatakan, jalan arteri tidak bisa terus-menerus untuk angkutan logistik. Sebab, jalan tersebut akan rusak dan menimbulkan beban ke pemerintah karena tingginya biaya perawatan.”Jalan arteri memang bebas, problemnya itu akan menimbulkan beban biaya ke pemerintah karena setiap tahun jalan tersebut akan rusak dilewati truk-truk besar sehingga harus ada biaya perbaikan, ada porsi besar anggaran untuk pembangunan jalan di Indonesia untuk maintenance,” paparnya.

Dia kembali mengatakan, tol untuk kelancaran transportasi. Menurutnya, adanya jalan tol akan menurunkan biaya logistik ke depan dan memacu perekonomian.”Jalan tol itu untuk kelancaran orang dan barang, nantinya biaya logistik turun, ekonomi aktivitas akan muncul dengan sendirinya,” terangnya. Suhendra sebelumnya mengatakan, Tol Trans Jawa kemahalan. Dia mengatakan, mahalnya tarif jalan bebas hambatan sudah dirasakan para pengusaha logistik. Sehingga, angkutan truk pembawa logistik kini telah berpindah kembali menggunakan jalan nasional.

“Tarif tol Trans Jawa bisa mencapai Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta rupiah. Ini tentu membuat para pengusaha logistik menjerit. Mereka sudah lakukan protes kepada pemerintah. Pemerintah melalui kementerian yang berwenang berupaya merevisi besaran tarif. Ini bukti pemerintah mengakui tarif tol Trans Jawa kemahalan,” kata Suhendra dalam keterangannya (Red/berbagai sumber).


LIKE SHARE
  • 17.4K
  • 7.7K
  • 2.3K
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    27.4K
    Shares