PENYERANGAN PINTU AR RAHMAH MASJID AL AQSHA OLEH ZIONIS ISRAEL Oleh : Ahmad Musyaffa, Lc

LIKE SHARE
  • 8.9K
  • 4.2K
  • 123
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    13.2K
    Shares

120,943 total views, 3 views today

STRATEGIC ASSESSMENT. Bandung, Jawa Barat. Masjid Al-Aqsha kembali memanggil. Menyeru kepada seluruh umat Islam di dunia. Bahwa, dalam satu pekan terakhir, Masjid Al-Aqsha dikepung ratusan tentara Zionis Israel bersama Ekstrimis Yahudi. Hari Rabu, 20 Februari 2019 tentara Zionis Israel resmi menyegel Pintu Ar-Rahmah. Pintu Ar-Rahmah adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Masjid Al-Aqsha. Di depannya terdapat Pemakaman Ar-Rahmah, tempat dimakamkannya para Sahabat Rasulullah Saw.Zionis Israel berambisi menguasai Pintu Ar-Rahmah untuk memecah Masjid Al-Aqsha menjadi dua bagian. Sebagian untuk Yahudi, sebagian untuk Islam. Area ini akan dikuasai dan diambil alih Yahudi untuk memasukkan Sinagog Palsu ke dalam Masjid Al-Aqsha.

Demi menjaga dan mempertahankan kesucian Kiblat Pertama Umat Islam, tempat Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Saw., dan masjid yang disucikan dan diberkahi Allah, maka para Murabithun dan Murabithath Al-Aqsha mempertahankannya, sehingga mereka mengalami penganiayaan, penistaan, dan kekerasan oleh tentara Zionis Israel.

Menyikapi hal tersebut, maka International Aqsa Institute (IAI) menyatakan sikap, yaitu: pertama, penyerangan terhadap Pintu Ar-Rahmah adalah penyerangan terhadap Masjid Al-Aqsha, karena Pintu Ar-Rahmah adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Masjid Al-Aqsha. Menodai Pintu Ar-Rahmah adalah menodai Masjid Suci Al-Aqsha. Kedua, Masjid Al-Aqsha adalah simbol kesucian umat Islam di seluruh dunia. Melalui masjid ini umat Islam mendapat perintah shalat lima waktu melalui Nabi Muhammad Saw. dalam peristiwa Isra’ dan Mi’raj.

Ketiga, kejahatan Zionis Israel terhadap para penjaga Masjid Al-Aqsha adalah pelanggaran HAM Internasional. Begitu juga perusakan secara terang-terangan terhadap tempat ibadah adalah bentuk penistaan agama.

Keempat, penistaan terhadap Masjid Al-Aqsha sejak tahun 1967 hingga kejadian ini, menunjukkan bahwa Zionis Israel secara sistematis ingin mengambil alih Masjid Al-Aqsha secara keseluruhan.

Kelima, menyerukan kepada semua umat Islam di seluruh dunia, untuk bergerak nyata demi menyelamatkan kiblat pertama umat Islam. Menjauhkan sikap diam apalagi bernegosiasi dengan penjajah, Zionis Israel.

Keenam, mengajak kepada seluruh Khatib Jumat, untuk menyampaikan khutbahnya tentang kondisi kritis yang terjadi di Masjid Al-Aqsha. Mengajak para jamaah untuk berdoa dan tidak berhenti membela kesucian Masjid Suci Al-Aqsha.
Ketujuh. menuntut PBB dan para pemimpin dunia Islam untuk mengambil sikap tegas terhadap Zionis Israel.

IAI juga berencana melaksanakan aksi solidaritas terkait ke-Palestina-an dengan meluncurkan Program Serambi Al Aqsha pada Bulan Ramadhan 1440 H yang akan datang.
*) Direktur International Aqsha Institute (IAI)


LIKE SHARE
  • 8.9K
  • 4.2K
  • 123
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    13.2K
    Shares