PETISI SOLIDARITAS UNTUK RAKYAT VENEZUELA

LIKE SHARE
  • 2.3K
  • 1K
  • 112
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    3.5K
    Shares

66,067 total views, 2 views today

STRATEGIC ASSESSMENT. Terhitung sejak 23 Januari 2019, Ketua Majelis Nasional sekaligus pemimpin oposisi, Juan Guaido, memproklamirkan dirinya sendiri sebagai presiden interim untuk mendirikan kekuasaan sementara dengan tidak mengakui kepemimpinan Nicolas Maduro. Guaido yang disokong penuh pemerintah Amerika Serikat mengklaim bahwa kepemimpinan Maduro tidak sah (illegitimate) karena rendahnya jumlah pemilih pada Pemilu 2018 yang di bawah 50 persen. Tuduhan ini jelas tidak berdasar.

Rendahnya partisipasi Pemilu harus juga dilihat sebagai akibat dari boikot yang dilakukan oleh oposisi sayap kanan (MUD). Pada Pemilu 2018 lalu Maduro memenangkan mayoritas rakyat dengan perolehan 67,8% atau sekitar 6,2 juta suara dari total 9,3 juta lebih pemilih yang menggunakan hak pilihnya. Dukungan mayoritas rakyat kepada Maduro untuk kedua kalinya membuktikan bahwa Maduro masih dipercaya rakyat Venezuela untuk melanjutkan revolusi Bolivarian.

Intervensi Amerika Serikat melalui kudeta seperti ini bukan kali pertama. Sejak 1998 silam Amerika Serikat sudah mencoba menguasai Venezuela, namun baru di tahun 2002 Amerika Serikat mendapat kesempatan untuk menggulingkan Chavez melalui kudeta serupa. Namun, kuatnya dukungan rakyat Venezuela kepada Chavez yang diwujudkan dengan mobilisasi massa luas berhasil mematahkan kudeta dan mengembalikan Chavez ke tampuk kepresidenan. Intervensi Amerika Serikat dengan dalih ‘merestorasi demokrasi‘ juga tidak hanya dilakukan kepada Venezuela, sudah banyak negara yang diintervensi dengan menempatkan pemerintahan boneka untuk kemudian dikeruk sumber daya alam dan manusianya. Tidak terkecuali terhadap Venezuela yang memiliki cadangan minyak terbesar di seluruh dunia. Inilah wujud imperialisme Amerika Serikat.

Media juga berperan penting memanipulasi apa yang sebenarnya terjadi di Venezuela. Media-media internasional arus utama tidak melihat atau sengaja abai pada fakta bahwa sanksi yang dikenakan Amerika Serikat terhadap Venezuela berdampak kepada industri minyak bumi yang pada gilirannya berdampak pula kepada aset-aset yang dimiliki Venezuela di Amerika Serikat sebesar kurang lebih $7 milyar. Selain itu, sanksi Amerika Serikat juga berpengaruh terhadap “krisis kemanusiaan” di Venezuela yang narasinya selalu diulang-ulang, yakni ketersediaan pangan dan obat-obatan yang semakin langka. ‘Krisis kemanusiaan‘ adalah dampak dari intervensi Amerika Serikat dan sekutunya, dan ini sengaja diabaikan oleh media-media arus utama itu karena mereka sengaja menyampaikan berita secara parsial.

Kepentingan Amerika Serikat untuk menundukkan Venezuela bukan hanya dilakukannya sendiri, melainkan didukung sekutu-sekutunya. Situs venezuelanalysis.com memaparkan bagaimana dunia terbelah menjadi dua: yang mendukung Maduro dan yang mendukung Guaido. Dukungan internasional kepada Maduro masih lebih tinggi dibanding dukungan kepada boneka Amerika Serikat, Guaido, yakni 74% berbanding 25%. Meski demikian, tidak semuanya merepresentasikan pendapat Rakyat di Brasil, pemerintahan sayap-kanan Bolsonaro mendukung intervensi Amerika Serikat, berbeda dengan apa yang disuarakan rakyat Brasil yang terdiri dari berbagai gerakan sosial, serikat pekerja, dan mahasiswa, yang mendukung Maduro serta rakyat Venezuela.

Pada pertemuan tanggal 5 Februari 2019 kemarin, Rakyat Brasil membuat manifesto dukungan dan menyerukan kepada Amerika Serikat untuk menarik diri. Dukungan yang sama juga dilakukan oleh Organisasi Kiri Asia-Pasifik yang mengutuk segala bentuk intervensi Amerika Serikat dan bersolidaritas kepada rakyat Venezuela untuk mempertahankan kedaulatannya. Untuk itulah kita juga harus ikut bersolidaritas kepada Rakyat Venezuela sebagai bagian dalam perlawanan terhadap imperialisme Amerika Serikat.

Petisi : pertama, mengecam dan mengutuk intervensi Amerika Serikat terhadap pemerintahan Maduro dan Rakyat Venezuela, dan mendesak Amerika Serikat untuk menghentikan segala upaya intervensi terhadap Rakyat Venezuela.

Kedua, mengecam manipulasi media nasional dan internasional atas situasi yang terjadi di Venezuela.

Ketiga, mendukung tiap upaya pemerintahan Maduro dan rakyat Venezuela untuk mempertahankan kedaulatan Venezuela.

Keempat, tidak mengakui Juan Guaido sebagai Presiden, dan mengutuk upaya kudeta yang dilakukan kelompok oposisi.

Kelima, menyerukan kepada Rakyat dunia, khususnya Rakyat Amerika Latin dan Amerika Serikat, untuk bahu-membahu melawan setiap upaya Amerika Serikat dan sekutunya yang mengintervensi negara lain.

Keenam, mengajak seluruh Rakyat Indonesia untuk memperkuat solidaritas internasional bagi seluruh negeri yang sedang terjajah, yang akan dijajah, dan yang sedang berjuang melawan imperialisme-kapitalisme.

Bagi kawan-kawan yang ingin berpartisipasi memberikan solidaritas dengan ikut menandatangani petisi ini, silakan kirimkan nama individu/organisasi/komunitas ke e-mail solidaritasrakyatinternasional@gmail.com, selambat-lambatnya jam 00.00 Wib hari Senin, 4 Maret 2019.

Solidaritas Kawan-Kawan akan kami sampaikan kepada Telesur, Venezuelanalysis, dan media-media internasional lain yang juga berdiri di belakang Rakyat Venezuela. Bersama-sama kita tegas menyatakan dukungan kepada Rakyat Venezuela dan pemerintahan Nicolas Maduro. Bersama-sama kita melawan imperialisme dan menjadi bagian dari perjuangan internasional (Red).


LIKE SHARE
  • 2.3K
  • 1K
  • 112
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    3.5K
    Shares