ROBOHNYA PERTAHANAN POLITIK PRABOWO-UNO Oleh : Syarifuddin Gondrong Kyai Ndeso

LIKE SHARE
  • 12.3K
  • 4.3K
  • 199
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    16.9K
    Shares

233,605 total views, 1 views today

STRATEGIC ASSESSMENT. Setelah beberapa bulan kita menyaksikan trend di berbagai lembaga survei elektabilitas Jokowi-Makruf cenderung stagnan, meski pada dasarnya Jokowi-Makruf elektabilitasnya masih berada di atas Prabowo-Uno, tiba-tiba di beberapa minggu terakhir ini dukungan untuk Jokowi-Makruf mendadak meningkat tajam, hingga suasana kemenangan Jokowi-Makruf semakin terasa.

Ini terjadi sebagai akibat semakin sembrono dan grasak-grusuknya tim sukses Prabowo-Uno dalam melancarkan manuver-manuver politiknya yang tidak terukur. Fadli Zon misalnya, telah menulis puisinya yang acak kadut, tidak bernilai sastra dan cenderung tendensius menyerang KH. Maimun Zubair (Mbah Moen) tokoh sepuh dan kharismatik NU dengan menghina dan memelintir doanya.

Puisi ngawur Fadli Zon ini kemudian direspon oleh ribuan santri di berbagai daerah dengan gelombang protesnya pada Fadli Zon yang dianggap telah menghina dan melecehkan ulama NU. Tidak cukup hanya sampai disitu, ustadz populer yang selama ini menjadi penguat moral politik kubu Prabowo, yakni Ustadz Abdul Shomad nampaknya juga merasa terketuk hatinya untuk tidak lama-lama bertahan di kubu Prabowo-Uno, melainkan langsung putar haluan dengan mendatangi ulama-ulama senior NU dan memperkuat barisan dakwah NU yang selama ini menjadi benteng terkuat dari kubu Jokowi-Makruf.

Selain pengaruh dari NU sebagai ORMAS Islam terbesar di dunia, juga pengaruh dari kharisma ketokohan Mbah Moen, Habib Lutfi dan Ustadz Abdul Shomad, peningkatan dukungan politik untuk Jokowi-Makruf juga berkat gerilya politik secara intensif dari Tuan Guru Bajang (TGB) dan Ustadz Yusuf Mansyur. Gerilya politik TGB ini terasa sangat dahsyat sekali, ceramah-ceramah agamanya yang viral di medsos dari hari ke hari, serasa mampu membuat ustadz-ustadz karbitan minim ilmu dari kubu sebelah nyaris gulung tikar, hingga tidak begitu terdengar lagi suaranya selain menjerit dan menjerit marah-marah pada pemerintah mirip orang yang sedang kesurupan setan.

Gerilya politik cendekiawan muslim kontemporer TGB dan oratur ulung Syekh Abdul Shomad serta keteduhan berdakwah Kyai Yusuf Mansyur di minggu-minggu mendatang, percayalah akan semakin memporak porandakan benteng pertahanan politik Prabowo-Uno. Di sisi lain ribuan organ relawan Jokowi-Makruf yang sangat militan dan didukung oleh politisi-politisi briliant yang levelnya jauh di atas caleg partai berijazah palsu seperti Ferdinand, telah dan akan terjun ke daerah-daerah untuk menyapa rakyat dan menyampaikan salam dari presiden Jokowi yang sangat mereka cintai.

Akhirul kalam, pada akhirnya pendukung Prabowo-Uno akan terus menyusut dan yang tertinggal hanya Fadli dan Fahri. Tak percaya? Tunggu saja tanggal mainnya, dan jangan lupa beri apresiasi pada Mas Jokowi untuk memilihnya kembali.

*) Ketua Umum Pimpinan Pusat Majelis Sholawat Merah Putih


LIKE SHARE
  • 12.3K
  • 4.3K
  • 199
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    16.9K
    Shares