Rupiah Jebol, Jokowi Ambrol


STRATEGIC ASSESSMENT

824,452 total views, 1 views today

STRATEGIC ASSESSMENT-Presiden Jokowi merasa senang dengan ekonomi Indonesia, seperti janjinya di kala mencapreskan diri 2014 silam.
Direktur Eksekutif Bimata Politica Indonesia (BPI), Panji Nugraha mengatakan, semakin terpuruknya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hingga mencapai Rp. 15.000, jelas sangat merugikan Jokowi sebagai pertahana yang ikut.

berkompetisi dalam Pilpres 2019.

Ia mengatakan strategi ekonomi Jokowi untuk mendorong di Indonesia dapat dikatakan gagal.

Pelemahan rupiah ini membuat negara harus membayar bunga yang semakin tinggi, maka dapat dipastikan banyak infrastruktur mangkrak, yaitu prestasi yang digadang-gadang selama ini oleh Jokowi dan kolega pun gagal, maka wajar saja jika Jokowi di Pilpres 2019 ini diucapkan sebaliknya sebelum bertanding karena pelemahan rupiah saat ini adalah kinerja buruk, ‘ungkap dia dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rabu (5/9).

Panji menambahkan, Jokowi seakan mengubah daftar ekonomi menjadi krisis.

“Dengan anjloknya nilai tukar rupiah saat ini jelas hal tersebut disinyalir karena ketidakpercayaan masyarakat atau pasar kepada pemerintahan Jokowi,” sergahnya.

Selain itu, sambung dia, Jokowi pun akan kehilangan karena kebijakan itu tidak terpakai, seperti: mencabut subsidi Bahan bakar Minyak (BBM) dan menaikan pajak.

“Dari sisi kebijakan tersebut jelas akan berdampak terhadap harga-harga bahan yang saat ini masih dirasa tidak terjangkau akan menjadi mahal. Faktor tersebut jelas menjadi penentu kekalahan Jokowi, dan bisa dipastikan Indonesia ke depan memiliki presiden baru,” tutupnya.

SECURE:rmollampung.com