Sebuah Harapan pada Dirgahayu RI ke-76

Sebuah Harapan pada Dirgahayu RI ke-76
LIKE SHARE

STRATEGIC ASSESSMENT. Setiap Pagi Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia sebaiknya Seluruh Anak Bangsa memulai dengan doa sesuai Agama dan Keyakinannya masing untuk Para Pahlawan Kusuma Bangsa. Tentu harapan kita agar Tuhan Yang Maha Esa memberi tempat yang teduh dan penuh kebahagiaan bagi Arwah-arwah mereka.

Indonesia Sebuah Negara dimana secara geografis memiliki keistemewaan dengan Negara lain. Terletak diantara 2(dua) Benua dan 2(dua) Samudera adalah letak yang menguntungkan dari berbagai aspek. Itulah mengapa sejarah Kerajaan-kerajaan sangat berjaya dan membuat Negara-negara lain hingga Negara-negara terjauh secara geografis sejak dahulu kala selalu tertarik dengan Indonesia.

Kedigdayaan Kerajaan – kerajaan Nusantara dikenal melalui Sejarah masa lampau yang gemilang. Karena itu jika ada yang bilang Para Turis lebih kenal Pulau Bali daripada Indonesia patut diingatkan sebagai kekeliruan. Bali hanya bagian kecil dari Indonesia Raya.

Berbisnis dengan Negara-negara Eropa sudah berlangsung sejak ratusan tahun, berbisnis dan menjalin budaya dengan Timur Tengah sudah berabad-abad, apalagi dengan sesama Negara Asia tentulah lebih lama dibanding dengan Negara-negara Eropa dan Timur Tengah

Tetapi ketika kita berbicara apakah semua kejayaan Masa Lampau itu dapat berlangsung Abadi?, Jawabannya pasti tidak. Banyak Negara yang tadinya Mitra Usaha justru karena keserakahannya lantas menjadi Penjajah, terutama Negara Eropa seperti Portugis dan Belanda. Inilah Negara Perampas Paksa Kesejahteraan Indonesia. Negara Imperialis ini telah menciptakan kesengsaraan panjang yang sulit dilupakan.

Memasuki Masa Awal Kemerdekaan ditengah Para Founding Father meyakinkan Seluruh Dunia akan Kemerdekaan Indonesia Para Negara Imperialis itu tetap kembali bahkan membawa Sekutu-sekutunya. Sekiranya Perlawanan hidup mati di Surabaya tidak kita menangkan maka mungkin hari ini mereka masih bercokol disini.

Itulah Pentingnya Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 karena semangatnya menggelorakan Perlawanan mengusir kembali penjajah yang tidak punya malu untuk datang kembali. Jutaan jiwa melayang mempertahankan Wilayah Kedaulatan Indonesia. Mereka semua adalah Pahlawan -pahlawan yang tidak lagi perduli akan kehilangan jiwa demi mempertahankan Proklamasi 17 Agustus 1945.

Kini di Usia ke -76 Tahun Proklamasi Kemerdekaan tentu diharapkan mengenang Masa Penjajahan yang sangat panjang itu bukan untuk memelihara dendam kepada Para Penjajah, akan tetapi demi merawat Kemerdekaan yang telah diperjuangkan. Penjajahan adalah Perbudakan yang sangat berbahaya dimana Orang-orang terhormat dibuat tidak berharga, Kemanusiaan menjadi tak bernilai, bahkan sampai mereka mengajarkan Bertuhan pun tidak penting.

Ditengah Wabah Pandemi Covid_19 yang sudah berlangsung 2(dua) tahun lebih ini kita harus bangkit karena Covid_19 adalah musuh yang harus dilawan dan diperangi,bukan dimanjakan. Mari bersihkan lagi hati dan otak kita yang terkontaminasi yang justru merusak Akal Sehat bahkan Budi Pekerti Bangsa. Pandemi Covid-19 telah membuat kita kasar terhadap bangsa sendiri dan tentu tindakan itu sangat memalukan.

Dirgahayu RI Ke -76 Tahun 2021 Mari Perangi Pandemi Covid 19 dengan Serius. Merdeka Merdeka

Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia
17 Agustus 2021

Andi Naja FP Paraga


LIKE SHARE

No Responses

Translate »