SECARA DE FACTO, JOKOWI SUDAH KALAH TOTAL Oleh : Ansufri Idrus Sambo

S
LIKE SHARE
  • 16.1K
  • 13K
  • 2.3K
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    31.4K
    Shares

368,962 total views, 2 views today

STRATEGIC ASSESSMENT. Sebenarnya, di Pilpres ini, Jokowi (JKW) sudah kalah total. Baik secara ilmiah (survey dan penelitian kualitatif), maupun berdasar fakta empiris di lapangan. Dengan ukuran pandangan mata maupun dari suasana kebatinan yang menjalar. Ribuan orang dari berbagai latar belakang sosial, sudah berucap sejak Desember 2018, bahwa Jokowi sudah tak diinginkan rakyat. Banyak orang sholeh dan ‘waskita’ yang mengatakan jauh-jauh hari, kekuasaan JKW sudah ‘pergi’. Ia tak lagi dikehendaki oleh gerak semesta.

Dalam satu survey yang dilakukan oleh lembaga survey kredibel dengan user salah satu partai besar pada awal Februari kemarin, posisi suara JKW berada di 42, 6 persen. Sementara Prabowo sudah 41,1 persen. Menurut hitungan ilmiah, akhir Februari, Prabowo akan melampaui JKW. Sementara di survey lainnya yang juga dilaksanakan pada Februari, posisi Prabowo justru sudah 43,5 persen dan JKW tertinggal di 40,2 persen. Sementara, survey yang dilakukan di tingkat lokal provinsi DKI, Prabowo justru sudah didukung oleh 56 persen pemilih. JKW hanya 32 persen.

Survey lapangan ini kita aminkan. Karena didukung oleh fakta lapangan yang nampak jelas dan terang-benderang. Adalah peristiwa gelombang massa yang turut memeriahkan acara kedua pasang calon. Sepanjang pencapresan, baru dua kali JKW mengadakan pertemuan akbar relawan dan pendukung yang menurut informasi di lapangan massanya justru didatangkan dari tempat jauh. Pertama, pada 4 Agustus 2018. Kedua, 24 Februari 2019. Keduanya di Sentul.

Bahkan, dari informasi di tempat acara, pertemuan di Sentul terakhir yang katanya pesertanya harusnya pengurus inti relawan JKW yang jumlahnya lebih dari 1600 organisasi relawan, nyatanya, banyak juga masyarakat biasa yang dikerahkan untuk menghadiri acara. Organisasi relawan JKW memang banyak yang mati suri, tidak bergerak, dan hanya menyetorkan nama. Itu diakui oleh Tim Kampanye Nasional (TKN). Semua harus jujur, organ relawan kewalahan menghadapi gelombang rakyat biasa yang sudah tidak menghendaki JKW.

Sementara Prabowo-Sandi, tak perlu repot-repot menghadirkan massa. Puluhan dan ratusan ribu rakyat hadir tanpa diminta, rela berdesak-desakan demi menyambut Prabowo-Sandi. Di ratusan titik yang mereka berdua kunjungi. Garisbawahi: di ratusan titik. Bahkan, di banyak daerah yang diklaim sebagai basis PDIP dan basis pendukung Joko’Ruf. Terakhir di Madura. Bahkan di beberapa titik Jawa Timur, Jawa Tengah dan Barat, antusiasme rakyat pada pemimpin baru, nampak sekali.

Jangan dihitung Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Sepanjang Sumatera, mulai dari Aceh dan Medan, massa yang hadir saat Prabowo datang, membuat bulu kuduk merinding, saking membludaknya. Di Riau sama. Banyak Politisi asal Sumatera yang perkirakan, Prabowo menang telak di seluruh Sumatera. Diatas 70 persen. Kalimantan lebih lagi. Semua menyuarakan: ganti presiden. Di Sulawesi, mungkin hanya Sulawesi Selatan yang JKW masih tegak berdiri. Itupun sepertinya akan kalah tipis dari Prabowo.

Sejauh ini, di Kalimantan, belum ada deklarasi besar pendukung JKW. Bahkan, puluhan caleg dari partai pendukung JKW, sampai bilang ke rakyat; “tidak apa-apa tidak pilih JKW, yang penting caleg pilih saya”. Kejadian itu merata di seluruh titik di Indonesia lho. Saksinya rakyat yang menceritakan dimana-mana.

Di media sosial, tren Prabowo bahkan mendapatkan impresi dan kesukaan lebih dari 70 persen pengguna. Lebih banyak positifnya. Sementara pernyataan dan konten yang dideliver JKW ke publik, justru ditangkap negatif oleh Netizen. Yang terakhir dan mendunia, tagar *#UninstallJokowi*. Gelombang di dunia maya lebih mengerikan dan sadis: *JOKOWI SUDAH JATUH* berkali- kali dan tidak bisa lagi diselamatkan.

Relawan JKW sudah menyerah, caleg-caleg partai pendukung sudah menyerah, buzzer medsos sudah menyerah. Yang tersisa dari JKW mungkin hanya beberapa buzzer dan relawan yang terjebak keyakinan jauh panggang dari api: JKW akan menang. Atau mungkin masih mengharapkan sesuatu yang lain dan jangka pendek dari keterlibatan dalam pemenangan JKW.

*Saran Untuk Pendukung Jokowi*
Ada beberapa saran untuk pendukung JKW terkait fenomena gelombang rakyat yang sudah tidak menghendaki JKW lagi.
*Pertama*, wahai Pendukung JKW, terimalah ini sebagai sebuah fakta. *JOKOWI MEMANG SUDAH KALAH*. Bukan oleh siapa-siapa. Tapi oleh kebijakan dirinya sendiri dan orang-orang di sekelilingnya pada negeri ini. Gelombang rakyat yang sudah tidak terbendung lagi ini, adalah bentuk dari kehendak rakyat yang menginginkan nasib bangsa ini bisa lebih baik dari situasi hari ini.

Kedua, wahai Pendukung JKW, segeralah bergabung dengan gelombang rakyat. Rakyat mungkin bukan pendendam. Tapi mereka mengingat siapa orang-orang yang mati-matian membela JKW tanpa alasan jelas. Gerakan untuk mengganti presiden adalah kehendak rakyat yang bukan hanya membesar, tapi menjadi semacam narasi dan keyakinan mayoritas rakyat kita. Menentang kehendak rakyat justru bisa dianggap sebagai pengkhianatan.

Ketiga, mari kita kawal TPS dan jaga suara rakyat pada hari menjelang dan saat pencoblosan. Kita jaga sama-sama agar rakyat tetap merdeka dalam memilih pemimpin, tidak perlu diberi janji dan bingkisan uang dan barang. Kasihan rakyat kalau diperlakukan begitu. Biarlah pemimpin baru itu hadir dengan legitimasi yang kuat. Dan rakyat benar-benar bisa melaksanakan pesta demokrasi dengan riang gembira.

Terakhir, mari kita siapkan proses transisi kepemimpinan yang soft. Jangan meruncingkan konfrontasi yang terjadi. Kita siapkan Pemimpin baru dengan jalan damai dan tanpa keriuhan. Dengan cara apa? Dengan cara melakukan cooling down pergerakan dukungan JKW. Lalu kita sama-sama siapkan karpet untuk Prabowo-Sandi. JKW pasti tak akan sakit hati dengan skenario ini. Dia pasti paham bahwa transisi memang harus dilakukan.

Demikian saran saya, demi kebaikan bangsa dan negara kita ini. Semoga dibawah kepemimpinan Prabowo-Sandi nantinya, Indonesia lebih adil makmur. Adil untuk semua, makmur untuk semua dan Aman untuk semua.

Salam Arah Baru Indonesia. Kalaupun Pentahana bisa menang hanya dengan cara licik dan penipuan (Red)
*) Jurkamnas Prabowo – Sandi/Pengasuh Pesantren Hilal Bogor


LIKE SHARE
  • 16.1K
  • 13K
  • 2.3K
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    31.4K
    Shares