Soal Hibah Gubernur 7 M?, Untung Bisa Dijerat TPPU

Soal Hibah Gubernur 7 M?, Untung Bisa Dijerat TPPUReviewed by andreas nickoon.This Is Article AboutSoal Hibah Gubernur 7 M?, Untung Bisa Dijerat TPPULIKE SHARE STRATEGIC ASSESSMENT-– Bila bantuan dana hibah gubernur Jabar tahun 2019 sebesar Rp. 7 miliar, diselewengkan Yomanius Untung bisa dijerat Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)dan UU Tindak Pidana Korupsi. Kuat dugaan Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Mardira Indonesia  melakukan penyimpangan. Bila ini yang terjadi Yomanius Untung sebagai salah satu yang terlibat di lembaga […]
Soal Hibah Gubernur 7 M?, Untung Bisa Dijerat TPPU
LIKE SHARE

STRATEGIC ASSESSMENT-– Bila bantuan dana hibah gubernur Jabar tahun 2019 sebesar Rp. 7 miliar, diselewengkan Yomanius Untung bisa dijerat Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)dan UU Tindak Pidana Korupsi. Kuat dugaan Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Mardira Indonesia  melakukan penyimpangan. Bila ini yang terjadi Yomanius Untung sebagai salah satu yang terlibat di lembaga pendidikaan itu bisa dijerat UU TPPU. Hal tersebut diungkapkan sumber Japos.co (Red-) di Polda Jabar.

“Dana bantuan  hibah gubernur Jabar nilainya besar setiap tahunnya. Celakanya mekanisme pengawasan atas penggunaan dana tersebut oleh penerimanya tidak jalan. Wajar bila penerima bisa melakukan sesuka hatinya atas uang yang dianggap warisan nenek moyangnya itu. Selain lembaga pendidikan biasanya dalam bentuk yayasan juga menampung bantuan-bantuan hibah gubernur dengan angka yang besar.Modus operandi seperti itulah yang banyak dilakuan oleh oknum anggota DPRD. Semuanya bisa dijerat dengan UU TPPU dan UU Tipikor, ” ujar sumber tersebut.

Seperti diberitakan Japos.co sebelumnya STIMIK Mardira Indonesia adalah salah satu Perguruan Tinggi swasta yang mendapatkan kucuran dana Bantuan Hibah gubernur Jabar tahun 2019. Yomanius Untung dari STIMIK Mardira kepada Jaya Pos membenarkan lembaga pendidikan miliknya itu menerima bantuan dana hibah gubernur Jabar.

“Tahun 2019 kita mendapatkan Rp.7 miliar. Kita pergunakan untuk pembangunan kampus di Majalengka. Tahun 2016 kita juga mendapatkan dana hibah gubernur saya lupa nilainya. Pembangunan kampus di Majalengka sedang berlangsung dan belum rampung,” ujar mantan wakil Ketua Komisi 5 DPRD Jabar itu kepada Japos.co , di kantor Soksi Jabar Jl. Matraman, Bandung, belum lama ini.

Dikatakannya, untuk bantuan dana hibah gubernur tahun 2019 rata-rata belum selesai khusus untuk pekerjaan konstruksi. “Cairnya ada yang September atau Oktober sehingga tidak bisa dipaksakan membuat LPJ diakhir tahun. Bila ada bikin LPJ diakhir tahun berarti ada something wrong. Bayangin membangun ruang kelas mulai bulan Nopember. Sebulan bikin laporan kan jadi masalah. Karena ini bukan proyek pemerintah yang ada batas waktu pengerjaannya dan tidak boleh lewat tahun, jadi pelaporannya setelah pekerjaan pembangunannya selesai. Tidak masalah melewati tahun, hingga tahun berikutnya, ” kata Untung.

Kepada Japos.co, Yomanius Untung mengaku tidak keberatan bila Lembaga Pendidikan miliknya juga yang termasuk akan diperiksa Polda Jabar. “Pasti semua penerima datanya sudah ada di Polda Jabar. Saya tidak keberatan bila diperiksa. Mengapa kita membangun kampus di Majalengka karena harga tanah masih murah dan saya sebagai putra daerah ingin memajukan Majalengka yang APK (Angka Partisipasi Kasar – red.) masyarakat dibidang pendidikan termasuk rendah karena biaya tidak terjangkau,” pungkasnya.

Hasil investigasi Japos.co dilapangan di Majalengka, Rabu (11/3), tidak ada satu pun sumber yang ditemui menyebut Yomanius Untung sedang membangun Kampus STIMIK di Majalengka.

“Saya gak pernah lihat ada pembangunan STIMIK di Majalengka oleh pak Untung. Saya kira niat baik itu perlu didukung. Kalau untuk menjawab pertumbuhan ekonomi ke depannya di Kabupaten Majalengka mungkin yang sangat dibutuhkan adalah tenaga Diploma 1, 2, dan 3. Mereka langsung bisa terserap oleh industri yang akan bermunculan,” ujar sumber Japos.co di Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka.

Sementara H Sudibyo BO, S Sos, SE, MM pemilik STIE STIMY Majalengka menolak memberikan komentar tentang pembangunan kampus STIMIK di Majalengka. “Anda tanya aja langsung ke pak Untung jangan ke saya. Saya gak tau. Kalau untuk STIE STIMY yang saya kelola sekarang mahasiswanya sudah mencapai 900-an. Dulu kita pernah buka program diploma masyarakat kurang berminat. Jadi kita hanya buka untuk program sarjana saja,” ujar Sudibyo yang juga Ketua Harian DPD Partai Golkar Kabupaten Majalengka.

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Majalengka, H Asep Eka Mulyana, SP ketika dikonfirmasi melalui pesan whatsapp tentang Yomanius Untung sedang membangun Kampus STIMIK di Majalengka mengaku tidak mengetahui aktifitas koleganya di Partai Golkar itu. “Perkawis eta abdi kirang uninga kang (Bahasa Sunda: masalah itu saya kurang mengetahuinya kang), ” terangnya.

Pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten Majalengka lainnya mengatakan kalau membangun kampus belum. “Sepengetahuan saya belum membangun tapi baru ada tanah kalau gak salah di daerah jalan lingkar,” ujar sumber yang wanti-wanti agar namanya tidak dimunculkan, Rabu (11/3).

Informasi yang berhasil dihimpun Japos.co dilapangan menyebut lahan yang dimaksud akan dibeli oleh STIMIK Madira terletak di Desa Panyingkiran, Kecamatan Panyingkiran, Kabupaten Majalengka dengan luas sekitar 1500 m2. Estimasi harga berkisar Rp. 1 miliar. STIMIK Mardira memohon batuan dana hibah gubernur Jabar tidak tanggung-tangung sekitar  Rp. 21 miliar, namun yang disetujui gubernur hanya Rp. 7 miliar.

Pengajuan permohonan bantuan dana hibah gubernur Jabar oleh Ketua STIMIK MI Dr Marjito, M Pd didukung oleh Ketua Yayasan  Pembina Mardira Indonesia dengan Ketua Dr A Jajang W Mahri, M Si kepada Japos.co Yomanius Untung, saat dikonfirmasi mengaku dialah saat masih menjadi anggota DPRD Jabar yang membantu mendorong agar mendapat bantuan dana hibah.SECURE:JAPOS


LIKE SHARE

No Responses

Translate »