Teroris Israel Membantai Bayi 1,2 Tahun dan Ibu Yang Mengandung

LIKE SHARE
  • 14.6K
  • 11.1K
  • 1.5K
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    27.1K
    Shares

276,744 total views, 4 views today

BY:DALEAYA

STRATEGIC ASSESSMENT-Meriam artileri Israel, telah berhasil merampas kehidupan seorang bayi Palestina, Saba Abu Arar. Bayi tidak berdosa yang baru berusia satu tahun dua bulan ini, gugur bersama bibinya yang sedang hamil, setelah pasukan penjajah Israel membom rumah keluarganya yang berada di timur Kota Gaza. Bau kematian menyebar ke seluruh kota yang diblokade tersebut.

Saba Abu Arar, bayi perempuan ini belum pernah merasakan apa-apa di dunia ini kecuali cinta dan kasih sayang ibunya (37 tahun), yang juga gugur bersama bibinya yang sedang hamil enam bulan, setelah terluka parah akibat serangan Israel tersebut.

Mereka semua adalah warga sipil, tinggal di dalam rumah mereka, dikelilingi oleh cinta dan keharmonisan. Mereka sedang bersiap untuk menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan, yang akan dimulai pada hari Senin (6/5/2019). Mereka memimpikan masa depan yang menjanjikan, dengan harapan dan kemakmuran. Namun, Israel dengan arsenal militernya yang mematikan, telah mengakhiri pemandangan yang indah ini dan membawanya ke kematian dan kehancuran.


Saba Abu Arar dan bibinya, nenek dan cucu dari satu keluarga, gugur akibat rudal-rudal yang diledakkan penjajah Israel ke Jalur Gaza sejak Sabtu (4/5/2019), ketika umat Islam bersiap untuk menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan.

Kematian tidak lagi aneh di Gaza, setiap hari ditembar oleh penjajah Israel. Dengan segala kesombongan, mereka membunuh anak-anak dan orang dewasa, bahkan orang tua, dan semua yang ada di Jalur Gaza, penjara besar bagi 2 juta penduduk yang diblokade, yang terus menjadi target arsenal militer penjajah Israel, di tengah-tengah membisunya dunia Arab dan internasional.

Saba Abu Arar dan bibinya beserta janin yang dikandungnya, telah gugur menghadap Allah. Mereka mengadukan kedzaliman, angkara murka, blokade dan kebisuan. Di belakang mereka, rakyat yang selalu bersiap siaga menorehkan kesabatan dan keteguhan menghadapi bom-bom kematian yang telah lama tidak terdengar untuk beberapa waktu.


LIKE SHARE
  • 14.6K
  • 11.1K
  • 1.5K
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    27.1K
    Shares