TERUNGKAPNYA KECURANGAN RATUSAN RIBU KERTAS SUARA SUDAH TERCOBLOS CAPRES 01 DI MALAYSIA MENJADI PERHATIAN DUNIA INTERNASIONAL

LIKE SHARE
  • 11.7K
  • 7.7K
  • 199
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    19.5K
    Shares

253,580 total views, 3 views today

STRATEGIC ASSESSMENT. Media internasional ternama The Washington Post mengangkatnya dalam artikel berita hari ini berjudul “Indonesia to probe warehouse of ballots in Malaysia”. One of the videos shows police at the warehouse in Malaysia’s Selangor state and people holding up voting papers and commenting they’d been marked in favor of Indonesian President Joko Widodo and legislative candidates for parties in his coalition.

“Salah satu video menunjukkan polisi Malaysia di gudang di negara bagian Selangor Malaysia dan orang-orang memegang surat suara dan berkomentar bahwa surat suara telah dicoblos mendukung Presiden Indonesia Joko Widodo dan kandidat legislatif untuk partai-partai dalam koalisinya,” tulis The Washington Post.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) telah mengonfirmasi kebenaran video itu. Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar menyebut surat suara itu ditemukan oleh Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Kuala Lumpur.

Ia meminta pelaksanaan Pemilu 2019 di Malaysia dihentikan usai beredar video di media sosial penemuan surat suara tercoblos untuk paslon 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin. “Kami akan meminta KPU menghentikan pemungutan suara di seluruh Malaysia untuk sementara,” kata Fritz, Kamis (11/4/2019). Kecurangan Pilpres 2019 yang terjadi di Malaysia ini akan menjadi skandal internasional, karena kasus ini terjadi di luar negeri, dan saat ini sudah ditangani kepolisian Malaysia.

وَمَكَرُوا وَمَكَرَ اللَّهُ ۖ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ
“Orang-orang itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya”
Sementara itu, salah seorang pemilih yang mengaku pendukung Prabowo-Sandiaga Uno mengatakan jika kejadian surat suara tercoblos di Malaysia direkayasa oleh tim Prabowo-Sandi jelas hanya orang dungu yang memiliki pikiran seperti itu.

“Logikanya adalah surat suara itu yang mengurus pemerintah, bukan?; Siapa yang mengirim surat suara dari Indonesia ke Malaysia, pemerintah bukan ? Siapa yang menerima surat suara di Malaysia, pemerintah bukan ? Bisakah tim Prabowo mengambil surat suara yang dipegang pemerintah?; Siapakah yang menjadi Dubes di Malaysia?; Siapa yang mengawal distribusi surat suara ? Pemerintah bukan ?; Siapa yang bertugas kirim surat suara ke pemilih tetap ? Pemerintah bukan ?; Apakah tim BPN bisa mempunyai akses mengambil surat suara ?; Bawaslu sudah bilang surat suara itu asli, siapa yang mempunyai akses ke surat suara yang asli? Pemerintah Bukan?,” ujar perempuan setengah baya yang tidak mau disebut namanya ini (Red).


LIKE SHARE
  • 11.7K
  • 7.7K
  • 199
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    19.5K
    Shares