TINDAKAN REPRESIF PEMBUBARAN AKSI MAHASISWA SEBAGAI BENTUK OTORITARIAN PEMERINTAH TERHADAP RAKYATNYA


STRATEGIC ASSESSMENT

1,007,336 total views, 2 views today

OLEH:MAZAR

STRATEGIC ASSESSMENT-Menanggapi Aksi Demonstrasi Mahasiswa di sejumlah daerah dan berujung tindakan represif pemerintah terhdap mahasiswa merupakan sebuah bentuk otoritarian dan neo diktatoral yang sedang diperagakan oleh rezim Jokowi – JK pasca reformasi. Aksi demonstrasi yang membuat rapor merah terhadap pemeritah Jokowi – JK sangatlah wajar dikarenakan selama 4 tahun berkuasa pemerintah telah melanggar janjinya sendiri. Menurut Ricky Sebastian, Sekjend Kornas Prabowo yang juga mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam menilai bahwa tindakan represif pemerintah sudah tidak diperbolehkan lagi dinegeri ini dan Hak kebebasan bersuara dan berpendapat semua di lindungi oleh Undang-undang jadi tidak selayaknya Pemerintah menggunakan aparatur Negara melakukan tindakan represif yang secara nyata melanggar Hak Asasi Manusia dan menutup kran demokrasi serta menegasikan nilai-nilai demokrasi di negeri ini.

JIka Pemerintah tidak mau menerima kritikan yang disuarakan oleh mahasiswa yah silahkan kerja yang baik dan jangan selalu melakukan pencitraan seolah-olah dan seakan-akan berhasil. Ricky menambahkan, pada masa rezim SBY, aksi demonstrasi ada yang membawa kerbau dll tidak dituduh makar apalagi aparat berwenang bertindak represif, namun hari ini mereka yang bertentangan dengan pemerintah sudah di cap makar, dipukuli seolah-olah rezim anti kritik.

Adanya aksi Demonstrasi seharusnya menjadi ajang pembenahan dan koreksi pemerintah atas kinerjanya dan bukan sebaliknya, kritikan melalui aksi demonstrasi di maknai sebagai lawan pemerintah dan membahayakan stabilitas Negara itu sebuah stigma yang ngawur yang di lakukan oleh pemerintah.