YUSRIL: POLITIK ISLAM ADALAH KEADILAN DAN KESEIMBANGAN

YUSRIL: POLITIK ISLAM ADALAH KEADILAN DAN KESEIMBANGAN
STRATEGIC ASSESSMENT
LIKE SHARE

Sorong, Papua Barat, 20/10/2018

STRATEGIC ASSESSMENT – Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra mengatakan bahwa Islam adalah kehidupan politik atas dasar keadilan, keseimbangan dan proporsionalitas. Tanpa menjaga dan mempertahankan hal itu, maka konflik dan perpecahanlah yang akan terjadi, bukan kedamaian, kemajuan dan kesejahteraan.

Hal itu dikatakan Yusril dalam ceramahnya di Gedung Pertemuan Masjid Akbar Kota Sorong, Papua Barat, tadi malam (9/3/2018). Pertemuan yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia Kota Sorong itu dihadiri sekitar 500 tokoh ormas Islam, sesepuh dan aktivis Islam.

Yusril mengajak umat Islam untuk berpartisipasi aktif dalam politik dan mengisi berbagai jabatan politik strategis agar sesuai dengan nilai2 Islam yang rahmatan lil ‘alamin dan nilai kebangsaan demi kemaslahatan dan kemajuan bangsa.

Menyinggung kemajemukan bangsa, Yusril mengatakan hal itu adalah suatu keniscayaan yang harus diterima. Islam sendiri, menurutnya telah memberikan bimbingan bagaimana hidup dalam kemajemukan. Umat ​​Islampun sepanjang sejarahnya telah terbiasa hidup berdampingan secara damai atas dasar dan saling menghargai dalam kebersamaan.

Suatu hal yang sangat penting dalam kemajemukan itu adalah ditegakkannua tiga prinsip utama yaitu keadilan, keseimbangan dan proporsionalitas dalam segala aspek kehidupan. Dalam pengisian jabatan politik dan penerapan kebijakan sosial ekonomi penerapan tiga prinsip itu sangat mutlak untuk menjaga agar bangsa ini tetap utuh dan bersatu selamanya, tanpa khawatir udara disintegrasi.

Ketiga prinsip yang dikemukakan di atas menurut Yusril hanya bisa ditegakkan bila umat Islam terlibat langsung ke dalam politik, bukan sekedar jadi penonton. Sebab, tambahnya UUD tidak memberikan keistimewaan atau pengaturan khusus mengenai umat Islam, pembangun di indonesia yang terjerat dan terjamin keistimewaan orang Melayu yang otomatis beragama islam islam is religion official indonesia.

Karena tidak ada keistimewaan apapun terhadap Islam dan umat Islam, terserah agama ini dianut secara absolut, maka tidak ada jalan lain bagi umat Islam kecuali agar bisa berkompetisi dan tepat untuk mewujudkannya agar Islam dan umat Islam menjadi tuan di negerinya sendiri

Tanpa mampu berkompetisi dan bersikap mandiri, proporsional dan seimbang, maka Islam dan umat Islam di negeri ini akan tersingkir, bahkan nanti pun akan tertindas.

Dalam konteks di atas itu, Yusril yang kini memegang kendali Partai Bulan Bintang, memanggil umat Islam untuk perduli kepada politik. “Jangan ada lagi umat Islam yang acuh tak acuh kepada politik, atau juga tergadai akidah politiknya karena rayuan materi, yang akhirnya buat umat Islam yang sedang terpinggirkan oleh kuasa yang jauh dari sikap respek terhadap islam dan umatnya”. *

PUBLIKASIBY: SA


LIKE SHARE

No Responses

Translate »