(VIDIO)BUAT PENDUKUNG PRABOWO:WASPADAI LEMBAGA SURVEI MERUBAH OPINI MEMENAGKAN YANG KALAH.

LIKE SHARE
  • 95.6K
  • 72K
  • 14.5K
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    182.1K
    Shares

1,346,338 total views, 6 views today

OLEH:AIR

*)CEO STRATEGIC ASSESSMENT

STRATEGIC ASSESSMENT- Rakyat  mengatakan Pemilu ini Harus Jurdil , pihaknya menyelenggarakan dalam Hal Ini KPU Panwas Banwas Juga Harus Netral menjalankan amanat Undang Undang .

Kalau Pemerintah sekarang memang tidak bisa diharapkan Untuk diminta JUrdil,semua tau pemerintah Rata2 Ikut Jadi Mesin politik,Ini hanya ada dijaman rezim Jokowi.

Pesta Demokrasi ini disamping terindikasi kurang Netral Lembaga terkait dan diharapkan semua kubu jangan mau menangnya saja namun harus menang dengan terhormat dan tanpa kecurangan.

Semua pendukung Harus mengawasi semua prilaku2 dalam proses demoktrasi ini kalau melihat proses kecurangan silahkan di laporkan kepada yang berkepentingan.

Poin Ini yang Harus diketaui yaitu Manuver Lembaga survei Bisa membahayakan dan mencedrai Pesta demokrasi ini.

Seperti apa yang Mungkin Bisa terjadi dengan manuver Lembaga survei:

Ini diwaspadai Lembaga Survei semua tau hanya sedikit yang bekerja netral dengan profesionalisme,kebanyakan Lembaga survei adalah pesanan atau lembaga survei itu bekerja kepada yang memberi pekerjaan dengan membentuk opini merubah pemikiran rakyat bahwa akan bilang yang bayar Lembaga surevei itu pasti menang.

Pada detik2 terakhir biasanya akan digunakan Lembaga survei berkongsi dengan yang lain untuk merubah opini secara masiv melalui TV dan media Lain Memenagkan Yang kalah dalam Pilpres,Ini sangat berbahaya karena ada Capres yang punya media itu semua.

Dan Kalau Lembaga survei sudah manuver seperti diatas akan membahayakan keadilan dimana lembaga survei itu menggiring opini ke publik memenangkan yang kalah.

Kalau sudah demikian maka KPU akan Terpengaruh secara apapun dan akan mengikuti opini manufer Lembaga tersebut.

Ini tulisan diatas perlu diwaspadai karena semua dilakukan tidak dengan profesionalisme namun dengan akal muslihat.

Sejumlah wartawan yang tergabung dalam Perserikatan Wartawan Independen Pro Demokraai (PWI-PD) mengingatkan perusahaan atau lembaga survei untuk berhati-hati dalam melakukan hitung cepat (quick count) dalam Pemilu 2019. Hitung cepat yang menipulatif sangat berisiko dan dapat memecah bangsa.

“Kegiatan quick count atau hitung cepat diharapkan tidak bersifat manipulatif dan tidak menyesatkan,” kata Ketua PWI-PD Arief Gunawan dalam deklarasi di Rumah Forum Tebet, Jakarta Selatan, Senin (15/4/2019).

Deklarasi juga dihadiri mantan Juru Bicara Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Adhie Massardi dan Akademisi serta Peneliti Universitas Paramadina, Herdi Sahrasad.

Menurut Arief, sangat berbahaya dan sangat berisiko bila kegiatan hitung cepat dilakukan dengan penuh kecurangan.

Quick count akan berdampak pada persepsi publik dan  pada kualitas pemilu serta demokrasi di Indonesia,” kata Arief.

Adhie Massardi juga membenarkan, sangat berisiko bila lembaga survei dan kelompok yang melakukan hitung cepat dengan tujuan curang. 
 

“Sangat berbahaya apalagi kalau nanti dalam hitung cepat itu ada dua kelompok yang menghasilkan data berbeda” ujar Adhie.

“Tidak hanya membingungkan publik tetapi juga bisa membuat benturan di masyarakat,” tambahnya.

Dalam bagian pernyataan lain, Arief juga menekankan agar media juga berhati-hati dalam mengabarkan atau memberitakan hasil hitung cepat.

“Dalam memberitakan, pers  harus objektif serta bertanggung jawab secara moral dan secara profesi,” ujarnya.

“Media massa nasional maupun media-media di daerah selayaknya ikut menyukseskan Pemilu 2019 ini dengan mengedepankan aspek profesionalitas, objektivitas serta menjalankan kode etik jurnalistik dan mentaati Undang-undang Pers,” tutup Arief Gunawan.Wartawan Ingatkan Bahaya Quick Count yang Manipulatif.

 

 

 


LIKE SHARE
  • 95.6K
  • 72K
  • 14.5K
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    182.1K
    Shares