Yusril blak-blakan alasan berpindah dari Prabowo-Sandi


STRATEGIC ASSESSMENT

715,791 total views, 2 views today

STRATEGIC ASSESSMENT – Advokat kondang parah Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra membenarkan adanya ajakan capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno untuk bergabung dalam pemenangan waktu Pilpres 2019. Ajakan itu, kata dia, terjadi sekitar tiga bulan lalu langsung dari Sandiaga dan Waketum Partai Gerindra Ferry Juliantono

“Ya kira-kira sudah tiga bulan yang lalu. Tidak lama pencalonan presiden kan bulan Agustus ya, ya kira-kira di bulan Agustus-September,” kata Yusril saat dihubungi merdeka.com, Selasa (6/11).

Yusril akhirnya menolak bergabung dengan Prabowo-Sandi karena kecewa. Salah satunya alasannya, dia menilai ada kesan Prabowo-Sandi hanya ingin membahayakan timnya sendiri, dan bukannya mengolah sistem ‘take and gift’ atau timbal balik dalam koalisi.

Yusril selama ini dikenal dekat dengan kubu Prabowo. Sebagai Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) kerap berseberangan dengan pemerintahan Jokowi. Tapi di Pilpres 2019, dia meninggalkan koalisi Prabowo.

“Saya katakan, kami kan PBB dulu sudah pernah bantu Pak Prabowo ya, kami sudah bantu Pak Sandi maju gubernur DKI. Wagub DKI. Kami punya alasan juga nih kami berhasil lolos ke DPR,” ungkapnya.

“Jadi kalau kami membantu Pak Prabowo-Pak Sandi apa yang sebaliknya bisa dibantu oleh Pak Prabowo dan Pak Sandi kepada kami. Tapi tidak ada jawaban,” sambungnya.

Selama ini, lanjutnya, tim Prabowo-Sandi tidak pernah merespon keinginanya. Setelah draf aliansi yang dikeluarkan saat petinggi PBB bertemu Habib Rizieq di Arab Saudi.

“Pak Kaban dan Pak Afriyansah Noor untuk bertemu Habib Rizieq ya dan membahas hal yang sama dan setelah itu mereka menyusun draf aliansi partai-partai dan itu diajukan ke Pak Prabowo, tapi sampai hari ini juga enggak ada respon,” ungkapnya.

Menurut Yusril, isi dalam koalisi ada timbal balik yang sesuai. Pasalnya ia akan meluangkan banyak waktu untuk mengangkat Prabowo-Sandi.

“Kalau saya pilih menjadi tim suksesnya Pak Prabowo-Pak Sandi saya kan akan habis-habisan semua kampanye siang mengkampanyekan pak Prabowo-Pak Sandi, tapi harus balik saya juga jadi caleg di Jakut. Kan bisa habis waktu saya buat kampanye Pak Prabowo-Pak Sandi, “Hei.

Dia menilai, Prabowo sebagai pimpinan koalisi dan berbicara pada semua pihak untuk bisa sama-sama memenangkan Pileg dan Pilpres bersamaan. Hal itu, kata dia, baru disebut sebagai timbal balik.

“Tapi apakah partai koalisinya juga ya semuanya bisa masuk ke parlemen itu baru namanya kita saling berkerja sama, tapi kalau cuman kami bantu bapak, bapak enggak mau bantu kami gimana jadinya. Tentu tidak pernah ada jawaban waktu itu jawab Pak Sandi dan Pak Ferry ya nanti kami akan berbagi sama Pak Prabowo tapi sampai hari ini tidak pernah ada jawaban, “ucapnya.

Diketahui, Pengacara kondang Yusril Ihza Mahendra resmi menjadi kuasa hukum Capres dan Cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019. Sebenarnya, Yusril selama ini adalah kerap berseberangan dengan Jokowi dan lebih dekat dengan ringkasan.

Waketum Gerindra, Ferry Juliantono mengungkap, pihaknya menyebut mereka Ketum PBB itu untuk bergabung. Bahkan yang mengajaknya langsung Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno.

“Saya sendiri bersama Pak Sandiaga Unopernah bertemu Pak Yusril dalam rangka mengajak berjuang bersama,” kata Ferry saat dihubungi merdeka.com, Selasa (6/11).

SECURE:MERDEKA.COM